Pengembangan Padi Sawah Melalui Pendekatan Pengelolaan Ramah Lingkungan di Kabupaten Merauke

Lowland Rice Development Through Environmentally Friendly Management Approaches in Merauke Regency

  • Fransiskus Palobo Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, Jl. Yahim No. 49, Sertani, Jayapura - Papua 99352
  • Siska Tirajoh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, Jl. Yahim No. 49, Sertani, Jayapura - Papua 99352
  • Muhammad Thamrin Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, Jl. Yahim No. 49, Sertani, Jayapura - Papua 99352
Keywords: environmentally friendly, management, paddy rice

Abstract

Most of the paddy rice farmers have not provided an appropriate response to the innovation of environmentally friendly rice management, because the ability or capacity owned by farmers has not been able to support the production of environmentally friendly and sustainable farming products. The capacity of farmers to manage environmentally friendly paddy rice is closely related to individual behavior towards technological innovations that are applied and disseminated. This study aims to determine the productivity of paddy rice with an environmentally friendly management approach. The research was conducted in Merauke Regency, Papua Province, from July to November 2018 during the gadu planting season (MT II). The design used was a factorial Randomized Block Design (RBD) with 4 child factors, each variety used was Bawor 9, Black Madras, M70, Sertani 8. The results showed that the treatment of four varieties differed on plant height, number of tillers , panicle length, weight 1000 Grains, harvest grain weight, grain dry grain weight, empty grain amount, rice grain amount and heavy stover.

Keywords: Management, Paddy rice, Environmental friendly

Sebagian besar petani padi sawah belum memberikan respon yang tepat atas inovasi pengelolaan sawah yang ramah lingkungan, karena kemampuan atau kapasitas yang dimiliki petani belum mampu mendukung dalam menghasilkan produk-produk usahatani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kapasitas petani dalam mengelola padi sawah ramah lingkungan berhubungan erat dengan perilaku individu terhadap inovasi teknologi yang diterapkan dan didesiminasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas padi sawah dengan pendekatan pengelolaan ramah lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Merauke Provinsi Papua sejak bulan Juli sampai Nopember 2018 pada musim tanam gadu (MT II). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial dengan 4 anak faktor, masing-masing varietas yang digunakan yaitu Bawor 9, Black Madras, M70, Sertani 8. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan empat varietas memberikan perbedaan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, bobot 1000 butir, bobot gabah panen, bobot gabah kering giling, jumlah gabah hampa, jumlah gabah bernas dan berat brangkasan.

 

Kata Kunci : Pengelolaan,  Padi Sawah, Ramah Lingkungan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Litbang Pertanian. 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Kementerian Pertanian. 19 hal.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Laporan Badan Pusat Statistik Merauke. BPS Merauke.

Dalmiyatun, T., B.T. Eddy, W. Sumekar, D. Mardiningsih. 2018. Motivation of farmers to cultivate organic rice in central java. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 102 012043. DOI: 10.1088/1755-1315/102/1/012043.

Dobermann, A. 2007. Can organic agriculture or SRI feed Asia? IRRI, Los Banos, Philippines.

Efendy, J. dan Y. Hutapea. 2010. Analisis adopsi inovasi teknologi pertanian berbasis padi di Sumatera Selatan dalam perspektif komunikasi. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 13: 119-130. DOI: 10.21082/jpptp.v13n2.2010.p%25p

Endrizal, dan J. Bobihoe. 2010. Pengujian beberapa galur unggulan padi dataran tinggi di Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 13: 175-184. DOI: 10.21082/jpptp.v13n3.2010.p%25p

Fagi, A.M. 2005. Menyikapi Gagasan Dan Pengembangan Pertanian Organik Di Indonesia. Seri AKTP No. 1/2005. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Hazra, K.K., D. K. Swain, A. Bohra, S.S. Singh, N. Kumar, and C.P. Nath. 2018. Organic rice: potential production strategies, challenges and prospects. Organic Agriculture 8: 39-56. DOI: 10.1007/s13165-016-0172-4

Hermanto. 2007. PTT andalan peningkatan produksi padi nasional. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia 26: 14-15.

Hidayat, A.S. dan T. Lesmana. 2011. The development of organic rice farming in Indonesia. RIEBS 2.

Hermawan. 2015. Aplikasi Statistik Pada Data Pendampingan Untuk Karya Tulis Ilmiah. Badan Penelitian Dan Pengembangan. Jakarta. IAARD Prees 2015.

Ikhwani, G.R. Pratiwi, E. Paturrohman, dan A.K. Makarim. 2013. Peningkatan produktivitas padi melalui penerapan jarak tanam jajar legowo. IPTEK Tanaman Pangan 8: 72-79.

Istiantoro, N. Bambang, A. Soeprobowati, dan T. Retnaningsih. 2013. Analisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pengendalian hama dan penyakit padi sawah ditinjau dari sistem pertanian berkelanjutan. Ekosains 5: 16-20.

Las, I. 2005. Sudah perlukah padi organik? Warta Litbang Pertanian No.3/2005. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Mamaril, C.P. 2004. Organic fertilizer in rice: Myths and Facts. Agriculture 8: 12-13.

Muliadi A, dan R.H. Pratama. 2008. Korelasi antara komponen hasil dan hasil galur harapan padi sawah tahan tungro. Prosiding Seminar Nasional Padi; Inovasi Teknologi Padi Mengantisipasi Perubahan Iklim Global mendukung Ketahanan Pangan. pp. 165-171. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi.

Prihandarini, R. 2009. Potensi Pengembangan Pertanian Organik. Disampaikan saat Temu Lapang Petani Organik se Indonesia (Jambore Petani Organik) Boyolali, 7-9 April 2009.

PT Centra Biotech Indonesia. 2015. Pestisida Hayati Nabati. http://pestisida hayati nabati.blogspot.com/2015/10/produsen-jual-distributor- diakses 23 Januari 2019.

Rustiati, T., dan S. Abdulrachman. 2011. Komparatif Beberapa Metode Penetapan Kebutuhan Pupuk Adaptasi Varietas dan Evaluasi Kebutuhan Pupuk Padi Gogo pada Tanaman Padi. Prosiding Seminar Ilmiah Hasil Penelitian Padi Nasional 2010. Buku 2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Setiobudi, D., Y. Samaullah, dan T. Rustiati. 2009. Kepekaan Relatif Padi Inbrida dan Hibrida Terhadap Variasi Pasokan Air Selama Fase Vegetatif dan Reproduktif Inovasi Teknologi Padi untuk Mempertahankan Swasembada dan Mendorong Ekspor Beras. Buku 2. Balai Besar Penelitian Padi. Sukamandi. p. 683-700.

Simanulang, Z.A. 2001. Kriteria Seleksi untuk Sifat Agronomis dan Mutu. Pelatihan dan Koordinasi Progam Pemuliaan Partisipatif (Shuttle Breeding) dan Uji Multilokasi. Sukamandi 9-14 April 2001. Balai Penelitian Padi. Sukamandi.

Simarmata, T. dan Y.H. Sinaga. 2006. Teknologi Peningkatan Produksi ABG (TPP-ABG) Berbasis Organik. Jakarta: PT. Gateway Internusa.

Soehendi, R., dan Syahri. 2014. Kesesuaian Varietas Unggul Baru Padi di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. Medan, 6-7 Juni 2013.

Sutaryo, B. 2012. Ekspresi daya hasil dan beberapa karakter agronomi enam padi hibrida indica di lahan sawah berpengairan teknis. Ilmu Pertanian 15(2): 19-29. DOI: 10.22146/ipas.2513

Sutaryo, B., dan T. Sudaryono. 2012. Tanggap Sejumlah Genotipe Padi Terhadap Tiga Tingkat Kepadatan Tanaman. Jurnal Pertanian AGROS 14.

Yartiwi, A. Damiri, I.C. Siagian, dan H. Iswadi. 2018. Keragaan Hasil Varietas Unggul Baru (Vub) Padi Sawah Lahan Sawah Tadah Hujan pada Dua Musim Tanam yang Berbeda di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018. “Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kelapa Sawit Generasi Kedua (Replanting) di Lahan Suboptimal Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018, Palembang 18-19 Oktober 2018. Pp. 216-224.

Published
2019-07-01
How to Cite
Palobo, F., Tirajoh, S., & Thamrin, M. (2019). Pengembangan Padi Sawah Melalui Pendekatan Pengelolaan Ramah Lingkungan di Kabupaten Merauke. JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN, 15(1), 44-50. https://doi.org/10.30598/jbdp.2019.15.1.44