Keragaan Pertumbuhan dan Produksi Aksesi-Aksesi Kacang Tunggak Lokal Asal Maluku

Growth and Yield Performance of Cowpea Accessions from Maluku

  • Marni Papa Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Puttuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
  • Helen Hetharie Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. I. M. Puttuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
  • Fransin Polnaya Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. I. M. Puttuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
Keywords: cowpea, local accessions, performance, yield

Abstract

Cowpea belongs to minor legumes that have a prospect for future improvement as a supplementary food source. This research aimed to describe the vegetative growth of local cowpea and obtain genotypes with the highest performances of yield components and yields. This research was conducted as a single factor experiment that tested 14 accessions of cowpea. The study used a Completely Randomized Block Design with three replications. The results showed that KTm‑1, KTm-5, KTm-9, KTm-10, KTm-16, and KTm-26 accessions showed a denser appearance characteristic as indicated by their higher branch number and leaf number. Whereas, KTm-12 and KTm-20 had a characteristic of compact canopy appearance with a relatively short plant, but also with greater branch number and leaf number than that of the KT 6 national variety that did not have a dense canopy performance. The performance of KTm-5 and KTm-19 local accessions showed superior appearance in some of the observed yield variables, i.e. total pod number, full pod number, pod weight per plant, seed number, total seed number, and seed weight per plant, compared to the other local accessions. These two former local accessions showed the potential for all yield variables as good as those of the KT6 superior variety. For the seed number per pod and the seed locus number per pod, all local accessions except KTm-1 and KTm-17 were as excellent and high as those of the KT6 superior variety.

Keywords: cowpea, local accessions, performance, yield

 

ABSTRAK

Kacang tunggak merupakan kacang-kacangan minor yang mempunyai prospek pengembangan ke depan sebagai sumber makanan tambahan. Penelitian bertujuan mendiskripsikan keragaan pertumbuhan vegetatif kacang tunggak lokal dan mendapatkan aksesi kacang tunggak lokal dengan hasil maupun komponen hasil tertinggi. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal yaitu menguji 14 aksesi kacang tunggak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan KTm-1, KTm-5, KTm-9, KTm-10, KTm-16 dan KTm-26 memiliki karakteristik penampilan lebih rimbun berdasarkan jumlah cabang dan jumlah daun banyak. Sedangkan KTm-12 dan KTm-20 memiliki karakteristik rimbun dengan ciri tanaman relatif pendek namun jumlah cabang dan jumlah daunnya banyak dibandingkan varietas Nasional KT 6 dengan penampakan yang tidak rimbun. Keragaan produksi aksesi lokal KTm-5 dan KTm-19 memiliki penampilan lebih unggul pada beberapa peubah produksi yang diamati, yaitu jumlah polong total, jumlah polong bernas, bobot polong per tanaman, jumlah biji, jumlah biji bernas, bobot biji per tanaman, dibandingkan aksesi-aksesi lokal yang lain. Dua aksesi lokal tersebut berpotensi pada semua peubah produksi yang sama baik dengan varietas unggul KT6. Pada peubah jumlah biji per polong dan jumlah lokus biji per polong semua aksesi lokal sama baik dan tinggi dengan varietas unggul KT6 kecuali aksesi lokal KTm-1 dan KTm-17.

Kata kunci: aksesi lokal, kacang tunggak, keragaan, produksi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afitu, G.K., H. Hetharie, dan E. Jambormias. 2016. Keragaan pertumbuhan dan produksi beberapa aksesi kacang tunggak lokal (Vigna ungiculata (L) Walp.) di Desa Waitidal Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Jurnal Budidaya Pertanian 12: 20-24.

BB Pascapanen. 2008. Alternatif Kacang-kacangan untuk Tahu dan Tempe. Info Aktual 2 Juni 2008. Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian. http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/597

Badan Pusat Statistik. 2012. Produksi Tanaman Pangan. Jakarta.

Crowder, L.V. 2006. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Haliza, W. 2008. Tanpa kedelai tetap bisa makan tempe. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30: 10-12.

Haliza, W., E.Y. Purwani, dan R. Thahir. 2007. Pemanfaatan kacang-kacangan lokal sebagai substitusi bahan baku tempe dan tahu. Buletin Teknologi Pasca panen Pertanian 3: 18.

Hetharie, H., S.H.T. Raharjo, J.D. Siwalete, dan M.L. Hehanusa. 2009. Eksplorasi Karakterisasi Potensi Genetik Plasma Nutfah Kacang-Kacangan Minor di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Laporan Penelitian Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional Batch III. T.A. 2009.

Hetharie, H., M.L. Hehanussa, dan S.H.T. Raharjo. 2013. Potensi produksi beberapa aksesi kacang tunggak lokal [Vigna unguiculata (L) Walp]. Jurnal Budidaya Pertanian 9: 22-25.

Hetharie, H., S.H.T. Raharjo, dan I.J. Lawalata. 2015. Respons beberapa aksesi kacang tunggak local terhadap perlakuan pupuk organik cair. Jurnal Budidaya Pertanian 11: 7-11.

Marsita, 2012. Keragaan Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Aksesi Kacang Tunggak Local (Vigna ungiculata L.) Terhadap Pemberian Pupuk. Skripsi. Universitas Pattimura. Ambon.

Martono, B. 2009. Keragaman genetik, heritabilitas dan korelasi antar karakter kuantitatif nilam (Pogostemon sp.) hasil fusi protoplas. Jurnal Littri 15: 9-15.

Ninik, S., Idris, dan M. Dahlan 2016. Kajian heritabilitas pada hasil persilangan antara kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.) varietas lokal NTB dengan kacang panjang (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth). Crop Agro, Jurnal Ilmiah Budidaya 10: 56-64.

Ogle, W.L., W. Witcherm, and O. Barnett. 1987. Descriptors for the Southern peas of South Carolina Bulletin 659, South Carolina Agricultural Experiment Station, Clemson University, Clemson.

Patty. 2012. Uji Toleransi Beberapa Aksesi Kacang Tunggak Local (Vigna ungiculata (L) Walp.) Terhadap Cekaman Kekeringan. Skripsi. Universitas Pattimura. Ambon.

Rao, Ch.M., Y.K. Rao, and M. Reddy. 2006. Genetic variability and path analysis in mungbean. Legume Research 29: 216-218.

Sayekti, R.S., D. Prajitno, dan Toekidjo. 2012. Karakterisasi delapan aksesi kacang tunggak (Vigna unguiculate {L.} Walp) asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Vegetalika 1: 110.

Syukur, M., S. Sujiprihati, R.Yunianti, dan D.A. Kusumah. 2011. Pendugaan ragam genetik dan heritabilitas karakter komponen hasil beberapa genotipe cabai. Jurnal Agrivigor 10: 148-156.

Trustinah. 2013. Plasma Nutfah Kacang Tunggak: Kacang Tunggak dan Potensinya di Lahan Kering Masam. Hal. 346-354, dalam Yudiwanti dkk. Prosiding Semnas PERIPI “Peran Sumber Daya Genetik dan Pemuliaan dalam Mewujudkan Kemandirian Industri Perbenihan Nasionalâ€.

Ujianto, L., Idris, dan U.M. Yakop. 2012. Kajian heritabilitas dan heterosis pada persilangan antara kacang tunggak dengan kacang panjang. Buletin Plasma Nutfah 18: 9-19. DOI: 10.21082/blpn.v18n1.2012.p9-17

Umaharan, P., R.P. Ariyanayagam, and S.Q. Haque, 1997. Genetik analysis of yield and is components in vegetable cowpea (Vigna unguiculata L. Walp). Eupgytica 96: 207-213.

Published
2020-06-30
How to Cite
PapaM., HetharieH., & PolnayaF. (2020). Keragaan Pertumbuhan dan Produksi Aksesi-Aksesi Kacang Tunggak Lokal Asal Maluku. JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN, 16(1), 88-94. https://doi.org/10.30598/jbdp.2020.16.1.88