Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit Beberapa Jenis Pohon Berhabitat Basah

  • Ckrisna Nuruwe Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
  • Johan M Matinahoru Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
  • Miranda H Hadijah Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 Indonesia
Keywords: endophytic bacteria, isolation, morphology, wet habitat trees

Abstract

The purpose of this study was to determine the macroscopic and microscopic characteristics of endophytic bacteria that live in the root and leaf tissue of several wet habitat trees, such as: kayu marsegu (Anthocephalus cadamba), ketapang hutan (Terminalia copelandii) and kayu burung (Elaeocarpus ganitrus). This study shows that the results of microscopic identification of 20 samples of bacterial isolates, there are only 11 samples of endophytic bacteria that live in the root and leaf tissue of tree samples. Furthermore, based on microscopic identification with the Gram Staining Method, it was found that there were 17 samples of endophytic bacterial isolates categorized into gram-negative (-), namely: DM1, DM3, DM4, AM1, AM2, AM3, AM4, DKH2, DKH3, DKH4, AKH1, AKH2, AKB1, AKB2, AKB3, DKB3, and DKB4. While 3 other bacterial isolate samples were classified into gram-positive (+), namely: AKH3, AKH4, and AKB4. Based on observations with a microscope with 1000 times the magnification size, all bacteria isolates were categorized as a rounded bacterial group, and therefore they are classified as genera Monococcus, Staphylococcus, and Streptococcus. The study also found that all three genera of bacteria have the ability to live in root and leaf tissue, even though the tree habitat is in a long-wet condition.

Keywords: endophytic bacteria, isolation, morphology, wet habitat trees

 

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik makroskopis dan mikroskopis dari bakteri endofit yang hidup di akar dan jaringan daun dari beberapa pohon habitat basah, seperti: kayu marsegu (Anthocephalus cadamba), ketapang hutan (Terminalia copelandii) dan kayu burung (Elaeocarpus ganitrus). Penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil identifikasi mikroskopis terhadap 20 sampel isolat bakteri, hanya ada 11 sampel bakteri endofit yang hidup di akar dan jaringan daun sampel pohon. Selanjutnya, berdasarkan identifikasi mikroskopis dengan Metode Pewarnaan Gram, ditemukan bahwa ada 17 sampel isolat bakteri endofit yang dikategorikan menjadi gram‑negatif (-), yaitu: DM1, DM3, DM4, AM1, AM2, AM3, AM4, DKH2, DKH3, DKH4, AKH1, AKH2, AKB1, AKB2, AKB3, DKB3, dan DKB4. Sedangkan 3 sampel isolat bakteri lainnya digolongkan kedalam gram-positif (+), yaitu: AKH3, AKH4, dan AKB4. Berdasarkan pengamatan dengan mikroskop ukuran pembesaran 1000 kali, semua isolat bakteri dikategorikan sebagai kelompok bakteri bulat, dan oleh karena itu mereka diklasifikasikan sebagai genus Monococcus, Staphylococcus, dan Streptococcus. Studi ini juga menemukan bahwa ketiga genera bakteri memiliki kemampuan untuk hidup dalam jaringan akar dan daun, meskipun habitat pohon berada dalam kondisi basah yang lama.

Kata Kunci: bakteri endofit, isolasi, morfologi, pohon berhabitat basah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Altaf, M.D., B.J. Naveena, M. Venkateshwar, and E.V. Kumar. 2008. Amylolytic bacterial lactic acid fermentation. A Review. Biotechnology Advances 26: 22-34.

Hallman, J. and G. Berg. 2006. Spectrum and Population Dynamics of Bacterial Root Endophytes. Dalam: Schulz B, C. Boyle, and T. Sieber (Eds.). Soil biology Microbial Root Endophytes. Vol. 9. Berlin, Heidelberg, Germany, SpringerVerlag Holt JG., Krieg NR., Sneath PHA

Holt, J.G., P.H. Sneath, and N.R. Kreag. 1994. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Ninth Ed. A Wolters Kluwer Company. Philadelphia. Hal 562-570.

Nanda, P.T., S.A. Siregar, R. Kurniawan, Hairuidin, Meriyanti, dan Yanto. 2017. Isolasi, karakterisasi dan uji potensi bakteri penghasil enzim termostabil air panas kerinci. Chempublish Journal 2: 26-31.

Pelczar, M.J. dan E.C.S. Chan. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Terjemahan oleh Hadioetomo, R.S. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Saraswati, R., T. Prihatini, dan R.D. Hastuti. 2004. Teknologi Pupuk Mikroba untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan dan Keberlanjutan Sistem Produksi Padi Sawah. p. 169-189.

Stone, J.K., C.W. Bacon, and J.F. White Jr. 2000. An Overview of Endophytic Microbes: Endophytism Defined. New York: Marcel Dekker Inc.

Strobel, G. and B. Daisy. 2003. Bioprospecting for microbial endophytes and their natural products. Microbiology and Molecular Biology Reviews 67: 491-502.

Usmiati, S.R. 2012. Pengembangan dadih sebagai pangan fungsional probiotik asli Sumatra Barat. Jurnal Litbang Pertanian 32: 20-29.

Published
2020-06-30
How to Cite
NuruweC., MatinahoruJ., & HadijahM. (2020). Isolasi dan Identifikasi Bakteri Endofit Beberapa Jenis Pohon Berhabitat Basah. JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN, 16(1), 65-70. https://doi.org/10.30598/jbdp.2020.16.1.65