Efektivitas Waktu Persilangan Tiga Genotipe Cabai (Capcicum sp) pada Persilangan Dialel

Effectiveness of Crossing Time of Three Chili (Capcicum sp) Genotypes in Dialel Crosses

  • Retno D Andayani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri, Jl. Sersan Suharmaji No 38, Manisrenggo, Kota Kediri 64128, Indonesia
  • Navita Maharani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri, Jl. Sersan Suharmaji No 38, Manisrenggo, Kota Kediri 64128, Indonesia
Keywords: chili, crossing time, dialele, introduction genotype

Abstract

Chili is an important horticultural commodity in Indonesia. However, its production is still not optimal because there are not many superior seeds available, which causes low productivity. One solution to this problem is to improve planting material (seeds) by a plant breeding program through a hybridization process. Crossing different types of chili requires the right time to increase the chances of success. The purpose of this study was to determine the effectiveness of crossing three genotypes of chili (two introduced and one local). The study was carried out with a factorial randomized design. The first factor was a combination of crosses of three parents, namely Sweet Italian, Garda and Katokkon by dialel crosses. The second factor was the time of crossing, namely at 04.00, 05.00, 06.00, 07.00, 08.00. The results of the analysis showed that the combination of parents had an interaction with crossing time in increasing the dsuccess of the crosses. Each parent combination hah a specific time for crossing. If the female parent was Sweet Italian, the time of crossing early in the morning (low temperature) was more optimal, which was between 04.00-07.00. For Katokkon×Garda crosses and their reciprocals, the percentage of successful crosses increased if it was done at 06.00-08.00. None of the crosses between Garda×Sweet Italian were successful or were entirely lethal.

Keywords: chili, crossing time, dialele , introduction genotype

 

ABSTRAK

Cabai merupakan komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Namun produksinya masih belum optimal karena belum banyak tersedia benih unggul, yang menyebabkan rendahnya produktivitas. Salah satu solusi masalah tersebut adalah dengan perbaikan bahan tanam (benih) melalui program pemuliaan tanaman dengan proses persilangan (hibridisasi). Persilangan cabai yang berbeda jenis memerlukan waktu yang tepat untuk dapat meningkatkan peluang keberhasilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas waktu persilangan tiga genotipe cabai (dua introduksi dan satu lokal). Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok faktorial, Faktor pertama adalah kombinasi persilangan dari tiga tetua, yaitu Sweet Italian, Garda dan Katokkon secara dialel. Faktor kedua adalah waktu persilangan, yaitu pada pukul 04.00, 05.00, 06.00, 07.00, 08.00. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi tetua memiliki interaksi dengan waktu persilangan dalam meningkatkan keberhasilan persilangan. Tiap kombinasi tetua memiliki waktu yang spesifik untuk persilangan. Jika tetua betina Sweet Italian, waktu persilangannya semakin pagi (suhu rendah) semakin optimal, yakni di antara pukul 04.00-07.00. Untuk persilangan Katokkon×Garda maupun resiproknya, persentase keberhasilan persilangan semakin meningkat jika dilakukan pada pukul 06.00-08.00. Tidak ada penyerbukan silang antara Garda×Sweet Italian yang berhasil persilangan atau seluruhnya letal.

Kata kunci: cabai, dialel , genotipe introduksi, waktu persilangan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif B.A., S. Sujiprihati dan M. Syukur. 2012. Pendugaan Parameter Genetik pada Beberapa Persilangan Antara Cabai Besar dan Cabai Keriting. Jurnal Agronomi Indonesia 40(2):119-124.

Bahar, Y.H. dan W. Nugraheni. 2008. Hasil Survey Produktivitas Hortikultura. http://www.hortikultura.deptan.go.id.

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2009. Produksi Sayuran Indonesia Periode 1997-2010. http://www.bp.go.id, diakses 9 Februari 2017.

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2011. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Cabai. http://www.bp.go.id, diakses 9 Februari 2017.

Emboden WA. 1964. A preliminary study of crossing relationships of Capsicum baccatum. Butler University Botanical Studies 14(1):1-5.

Geleta, L. F. and M.T. Labuschagne. 2006. Combining ability and heritability for vitamin C and total soluble solids in pepper (Capsicum annuum L). J. Sci. Food Agric. 86:1317-1320. DOI: https://doi.org/10.1002/jsfa.2494 .

Herison, C., Rustikawati dan Sudarsono. 2001. Studi potensi heterobeltosis pada persilangan beberapa galur cabai merah (Capsicum annuum L). Buletin Agronomi 29(1):23-26.

Kamble, C., R. Mulge and M.B. Madalageri. 2009. Combining ability for earliness and productivity in sweet pepper (Capsicum annuum L.). Karnataka Journal of Agricultural Sciences 22(1):151-154.

Kirana, R dan E. Sofiari. 2007. Heterosis dan heterobeltosis pada persilangan lima genotipe cabai dengan metode dialel. Jurnal Horticultura 17(2):111-117. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jhort.v17n2.2007.p%25p

Marame, F. Dessalegne, L., Finisa and R.L., Sigvald. 2009. Heterosis and heritability in crosses among Asian and Ethiopian parents of hot peppers genotypes. Euphytica 168:235-247. DOI: https://doi.org/10.1007/s10681-009-9912-9.

Nasir, M. 1999. Efek Heterosis dan heterobeltiosis pada tanaman lombok (Capsicum annuum L). Habitat 10(105):39-43.

Ritonga, A.W. 2013. Penyerbukan Silang Alami Beberapa Genotipe Cabai (Capsicum annuum L.) dan Penentuan Metode Pemuliaannya. Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Seneviratne, K.G.S. and K.N. Kannangara. 2004. Heterosis, heterobeltiosis and commercial heterosis for agronomic traits and yield of chili (Capsicum annuum L). Annals of The Sri Lanka Departement of Agriculture 6:195-201.

Sousa, J.A. de. and N.W.R. Maluf. 2003. Diallel Analysis and Estimation of Genetic Parameters of Hot Pepper (Capsicum chinense Jacq). Scientia Agricola 60:105-113. DOI : https://doi.org/10.1590/S0103-90162003000100016.

Sujiprihati, S., R. Yunianti, M. Syukur dan Undang. 2007. Pendugaan nilai heterosis dan daya gabung beberapa komponen hasil pada persilangan dialel penuh enam genotipe cabai (Capsicum annuum L.). Buletin Agronomi 35:112-117.

Vavilov, N.I. 1992. Origin and Geography of Cultivated Plants. V.F. Dorofeyev (Ed.), Translated by D. Love. Cambridge University Press, Great Britain. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=BqNOAAAAIAAJ&oi=fnd&pg=PR11&ots= xrH7OIrBgs&sig=I7JIPWI0v8K0QRXvfosegDHc-QU&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Zou, X.X., Y.Q. Ma, R.Y. Liu, Z.Q. Zhang, W.C. Cheng, X.Z. Dai, X.F. Li and Q.C. Zhou. 2007. Combining ability analyses of net photosynthesis rate in peppers (Capsicum annuum L). Agric. Sci. In China No 6(2):159-166. DOI : https://doi.org/ 10.1016/S1671-2927(07)60030-3.

Published
2021-06-30
How to Cite
AndayaniR., & MaharaniN. (2021). Efektivitas Waktu Persilangan Tiga Genotipe Cabai (Capcicum sp) pada Persilangan Dialel. JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN, 17(1), 9-14. https://doi.org/10.30598/jbdp.2021.17.1.9