Implementasi Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Narkoba untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Kondusif
Abstract
Program “Gotong Royong Komunitas Sabtu Bebas Sampah” di Negeri Passo dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kebersihan lingkungan dan memperkuat kohesi sosial melalui kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemuda, pemerintah negeri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat setempat. Pemilihan program ini didasarkan pada pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat sebagai solusi terhadap permasalahan lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lapangan, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta pelaksanaan kerja bakti kolaboratif. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki sistem kebersihan yang terstruktur dan terdapat kebijakan pemerintah terkait pembersihan wilayah pesisir, sehingga program mengalami penyesuaian agar tetap relevan dan mendukung kebutuhan komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan dalam tiga tahap kerja bakti, meliputi pengangkutan sampah rumah tangga dan pembersihan pesisir pantai, menunjukkan peningkatan kebersihan lingkungan, terbentuknya sinergi lintas komunitas, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis gotong royong. Program ini menegaskan bahwa pengabdian masyarakat yang adaptif dan kolaboratif berkontribusi penting terhadap keberlanjutan pengelolaan lingkungan di Negeri Passo.













