PENGARUH PERGANTIAN MOTOR INDUK TERHADAP PERUBAHAN DRAUGHT DAN OPERASIONAL KAPAL TB. BINA BENUA 68
Abstract
Kapal TB. Bina Benua 68 merupakan salah satu kapal tunda yang beroperasi di perairan Kalimantan Selatan. Dilengkapi dengan 2 motor induk dengan daya masing-masing 1250 HP. PengoperasianTB Bina Benua 68 didapati masalah pada kinerja daya motor dan kecepatan yang tidak memenuhi kecepatan dinasnya, dimana kapal di desain mampu mencapai kecepatan dinas 10 knot. Dalam prosesnya, motor induk kapal TB. Bina Benua diganti dengan motor induk yang memiliki daya lebih kecil yaitu sebesar 735 Kw (985,65 HP) dengan massa motor induk sebesar 6050 kg. Motor induk baru memiliki massa lebih besar 884 kg dibanding dengan motor induk lama yang hanya memiliki massa sebesar 5166 kg. Penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis dampak teknis dari pergantian motor. Hasil dari perubahan massa motor induk menunjukkan bahwa perubahan massa sebesar 884 kg yang menyebabkan peningkatan draught sebesar 0,0056866 m. Perubahan draught kapal tersebut memberikan pengaruh pada besar tahanan kapal dimana, pada kecepatan 3 knot tejadi kenaikan tahanan sebesar 0,0094 kN, pada kecepatan 10 knot terjadi peningkatan tahanan mencapai 0,0926 kN. Hasil analisis penggunaan bahan bakar menjelaskan bahwa motor induk baru dengan daya 735 Kw (985,65 HP), memiliki efisiensi yang baik pada kecepatan 10 knot dengan kebutuhan bahan sebesar 130,8942 kg/hr dan untuk motor induk lama dengan daya 1250 HP membutuhkan 143,07 kg/hr.
Downloads
Copyright (c) 2024 Kiki Johan C.A Tampubolon, D.S Pelupessy, Fany Laamena

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








