CLUSTERING KAWASAN PEMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON ( Studi Kasus: Kelurahan Uritetu rt.002- rw.002 dan Kelurahan Rijali rt.001-rw.002 )
Abstract
Abstrak: Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Sirimau menyebabkan kebutuhan akan rumah juga meningkat. Akan tetapi, kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan maupun tempat tinggal yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Kondisi tersebut memicu munculnya permukiman kumuh, yangbtersebar di Kecamatan Sirimau Secara umum dampak yang di timbulkan dari
adanya kawasan permukiman kumuh berpengaruh terhadap kondisi penghuni,
hunian, dan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan
permukiman kumuh berdasarkan kemiripan karakteristiknya. Metode
penelitian kuantitatif deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang
menggunakan angka. Pendekatan kualitatif deskriptif, kualitatif penelitian
tentang riset yang bersifat deskriptif cenderung menjelaskan fenomena atau
karakteristik individu, situasi atau kelompok tertentu secara akurat. Dan teknik
analisis data kuantitatif dan analisis cluster. Berdasarkan analisis yang
dilakukan dapat ditarik kesimpulan mengenai clustering permukiman kumuh
di Kecamatan Sirimau bahwa pada Kelurahan Uritetu rt.002-rw00.2 cluster 1
karakteristik permukiman kumuh sedang dan Kelurahan Rijali rt.001-rw.002
cluster 2 karakteristik permukiman kumuh ringan.
Downloads
Copyright (c) 2024 Jarfina Jarfina, Pieter Th. Berhitu, Willem D. Nanlohy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








