MONITORING KONDISI MESIN INDUK KAPAL BERDASARKAN TEKNIK EMISI AKUSTIK

  • Novitha L. Th. Thenu 082141676561
  • Abdul Hadi
  • Enrico Kongle
Keywords: emisi akustik, non destruktif,nilai ambang batas, condition monitoring

Abstract

Emisi akustik merupakan metode non destruktif yang digunakan untuk mendeteksi, memantau, dan menganalisis kondisi kerja mesin berdasarkan gelombang bunyi yang dihasilkan oleh komponen permesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi mesin induk kapal melalui sinyal emisi akustik guna mendeteksi dini potensi kerusakan atau degradasi performa. Pengambilan data dilakukan dengan  menepatkan sensor akustik piezoelektrik di beberapa titik pada blok mesin. Penelitian ini menggunakan metode observasi, metode kepustakaan dan metode wawancara. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwasannya tingkat bunyi atau nilai SPL dari mesin induk KM. Pangrango pada mesin kanan dan kiri sebesar 303,9 dB. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kondisi mesin induk telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan yang telah ditetapkan oleh standar internasional yaitu The Maritime International Organization Resoultion MSC.337(91) Adoption of the Code On Noise Levels On Board Ships. Analisis   frekuensi dominan dan amplitudo sinyal memberikan indikasi adanya ketidakseimbangan, keausan, serta ketidakselarasan komponen. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik emisi akustik efektif digunakan sebagai metode condition monitoring pada mesin induk kapal.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-11-20