STUDI PERBANDINGAN VARIASI CDI STANDART DENGAN CDI BRT TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR VEGA ZR 110cc
Abstract
Perkembangan teknologi sistem pengapian, khususnya Capacitor Discharge
Ignition (CDI), bertujuan meningkatkan performa mesin sepeda motor. CDI racing
seperti CDI BRT dirancang dengan pengapian yang lebih presisi dan stabil dibanding
CDI standar, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pembakaran, daya, dan torsi
mesin. Namun, penggunaan CDI modifikasi perlu disesuaikan dengan karakteristik
mesin agar tidak mengganggu proses pembakaran serta menjaga keawetan mesin.
Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh CDI standar dan CDI BRT
terhadap unjuk kerja mesin Yamaha Vega ZR 110 cc. Pengujian dilakukan secara
eksperimental menggunakan dyno test dengan parameter torsi, daya, dan konsumsi
bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CDI BRT menghasilkan performa
lebih baik dibanding CDI standar. CDI BRT mampu menghasilkan torsi maksimum
sebesar 5,58 Nm dan daya maksimum 5,38 hp, sedangkan CDI standar menghasilkan
torsi dan daya yang lebih rendah. Dari sisi konsumsi bahan bakar, CDI BRT juga
menunjukkan efisiensi yang lebih baik pada berbagai putaran mesin. Pada putaran
3500 RPM, konsumsi bahan bakar CDI standar sebesar 0,79 kg/jam, sementara CDI
BRT sebesar 0,67 kg/jam. Pada putaran menengah dan tinggi, CDI BRT tetap lebih
hemat dibanding CDI standar. Secara keseluruhan, CDI BRT terbukti lebih unggul
dalam meningkatkan performa dan efisiensi mesin dibandingkan CDI standar pada
Yamaha Vega ZR 110 cc.
Downloads
Copyright (c) 2026 Geraldo Yanto Pentury, Willem M. E. Wattimena, Benjamin Golfin Tentua

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








