PENGARUH ARANG CANGKANG BIJI PALA SEBAGAI PENGUAT KOMPOSIT TERHADAP PROPERTIS MATERIAL KAMPS REM
Abstract
Kampas rem merupakan komponen dalam sistem pengereman yang
berfungsi untuk menghasilkan gaya gesek untuk memperlambat atau menghentikan
laju putaran roda. Selama ini kampas rem berbasis asbestos banyak digunakan karena
ketahanan gesekannya, namun penggunaannya menimbulkan risiko kesehatan serius
seperti gangguan pernapasan sehingga perlu dikembangkan material alternatif yang
lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu limbah yang berpotensi dimanfaatkan
adalah cangkang biji pala, yang cukup melimpah di Maluku namun belum
dimanfaatkan secara optimal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana
pengaruh variasi komposisi arang cangkang biji pala sebagai bahan penguat terhadap
sifat mekanik kampas rem, khususnya kekerasan dan laju keausan. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui nilai optimal kekerasan Rockwell dan laju keausan dari
komposit kampas rem berbahan arang cangkang biji pala dengan campuran serbuk
kuningan, magnesium karbonat, dan resin polyester. Penelitian dilakukan dengan
metode eksperimen. Spesimen dibuat melalui proses kompaksi dan sintering dengan
variasi komposisi arang cangkang biji pala 35–55%. Selanjutnya, dilakukan pengujian
keausan menggunakan tribometer pin on disc dan pengujian kekerasan menggunakan
alat uji Rockwell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi
berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik komposit. Komposisi terbaik diperoleh
pada 50% arang cangkang biji pala, 20% serbuk kuningan, 20% magnesium karbonat,
dan 10% resin polyester dengan nilai laju keausan terendah sebesar 5,10 × 10⁻⁸
g/mm²·detik serta kekerasan Rockwell seimbang antara HRF (94,1) dan HRB (64,78).
Hal ini membuktikan bahwa arang cangkang biji pala berpotensi besar sebagai bahan
penguat alternatif dalam pembuatan kampas rem non-asbestos.
Downloads
Copyright (c) 2026 Aprianti Arsyadin, A. Y. Leiwakabessy, Antoni Simanjuntak, Antoni Simanjuntak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








