Aplikasi Probiotik Lactobacillus rhamnosus dengan Dosis Berbeda pada Budidaya Ikan Badut (Premnas epigramma)

Effectiveness of Lactobacillus rhamnosus Probiotics for the Growth and Water Quality of Clown Fish Premnas epigramma Cultivation

  • Ujang Komarudin A Kartamiharja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya–KKP, Jl. Merdeka Timur No.16, Jakarta Pusat, Indonesia
  • Yuli Yulianti Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, DJPB-KKP, Jl. Yos Sudarso, Desa Hanura, Kec. Tuluk Pandan, Lampung, Indonesia
  • Verli Dharmawati Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, DJPB-KKP, Jl. Yos Sudarso, Desa Hanura, Kec. Tuluk Pandan, Lampung, Indonesia
  • Valentina Retno Irianti Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, DJPB-KKP, Jl. Yos Sudarso, Desa Hanura, Kec. Tuluk Pandan, Lampung, Indonesia
  • Tri Haryono Balai Besar Perikanan Budidaya Laut, DJPB-KKP, Jl. Yos Sudarso, Desa Hanura, Kec. Tuluk Pandan, Lampung, Indonesia
  • Fitrina Nazar Prodi Teknologi Akuakultur, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Jl. Raya Pasar Minggu, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia
Keywords: Premnas epigramma, pertumbuhan, warna sisik, probiotic, L. rhamnosus

Abstract

Teluk Baguala, yang terletak di timur Pulau Ambon, memiliki potensi ekosistem pesisir yang baik, termasuk mangrove, padang lamun, makroalga, dan perikanan bernilai ekonomis. Namun, aktivitas pemukiman dan pengembangan wilayah pesisir menimbulkan ancaman sedimentasi yang memengaruhi ekosistem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecepatan arus pasang surut, konsentrasi, luas penampang muara, dan debit sedimen kohesif di enam muara sungai utama. Metode penelitian mencakup pengambilan data secara in situ menggunakan peralatan seperti GPS, botol Niskin, current meter, dan meter roll. Hasil menunjukkan kecepatan arus pasang surut rata-rata 0,1804 m.s-1 dengan kecepatan tertinggi di ST4 (0,3338 m.s-1) dan terendah di ST2 (0,0871 m.s-1). Konsentrasi sedimen kohesif rata-rata adalah 0,4302 kg.m-3, dengan nilai tertinggi di ST5 (0,4788 kg.m-3) dan terendah di ST6 (0,3371 kg.m-3). Debit sedimen kohesif rata-rata sebesar 0,79801 kg.s-1, dengan nilai maksimum di ST2 (1,5409 kg.s-1) dan minimum di ST6 (0,1189 kg.s-1). Sedimen kohesif, yang berasal dari runoff dan penggerusan pantai, mengancam ekosistem dengan menciptakan kekeruhan dan mengikat bahan pencemar. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah penting untuk strategi pengelolaan sedimentasi di Teluk Baguala, guna melindungi ekosistem dan mendukung pengembangan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arjanggi M., Isnaini I., & Melki M. 2013. Laju Pertumbuhan Dan Kelulusan Hidup Benih Clownfish (Amphiprion ocellaris) Dengan Pakan Pelet Berbeda (Love Larva, NRD Dan TetraBits) Skala Laboratorium. Maspari Journal, 5(1): 50-55.

Agustin Y. 2001. Pengaruh Salinitas dan Kesadahan terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Hias Sumatra (Barbus tertrazona Bleeker) [Undergraduate’s Thesis, IPB University]. IPB University Scientific Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/16846.

Fitrianingsih E., Haryanto H., & Setyono BDH. 2013. Pengaruh pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan badut (Amphiprion ocellaris). Jurnal Perikanan Unram, 1(2): 13-19.

Hargreaves JA., & Tucker CS. 2004. Managing ammonia in fish ponds (Vol. 4603). Stoneville: Southern Regional Aquaculture Center.

Hasanah U., Damayanti AA., & Azhar F. 2020. Pengaruh laju pemuasaan secara periodik terhadap pertumbuhan kelangsungan hidup dan kecerahan warna ikan badut Amphiprion ocellaris. Jurnal Biologi Tropis, 20(1): 46-53.

Ige BA. 2013. Probiotics use in intensive fish farming. Afr. J. Microbiol. Res, 7(22), 2701-2711.

Iskandar A., Djunaedi MEH., Mulya MA., Ramadhani DE., Wafi N., & Yulianti Y. 2024. Teknologi Budidaya Ikan Badut Amphiprion Sp. Di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL), Lampung. Jurnal Perikanan Unram, 14(3), 1118-1129. http://doi.org/10.29303/jp.v14i3.869

Isnawati N. 2015. Potensi serbuk daun pepaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, rasio efisiensi protein dan laju pertumbuhan relatif pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) [Undergraduate’s Thesis, Airlangga University]. Airlangga University Repository.

Jha AK. 2011. Probiotic technology: an effective means for bioremediation in shrimp farming ponds. Journal of Bangladesh Academy of Sciences, 35(2): 237-240.

Nathanailides C., Kolygas M., Choremi K., Mavraganis T., Gouva E., Vidalis K., & Athanassopoulou F. 2021. Probiotics Have the Potential to Significantly Mitigate the Environmental Impact of Freshwater Fish Farms. Fishes, 6(4): 76. https://doi.org/10.3390/fishes6040076

Rajinikanth T., Ramasamy P., & Ravi V. 2010. Efficacy of probiotics, growth promotors and disinfectants in shrimp grow out farms. World J Fish Mar Sci, 2(3): 208-215.

Randall DJ., & Tsui TKN. 2002. Ammonia toxicity in fish. Marine pollution bulletin, 45(1-12): 17-23.

Rodrigues RV., Schwarz MH., & Delbos BC. 2007. Acute toxicity and sublethal effects of ammonia and nitrite for juvenile cobia Rachycentron canadum. Aquaculture, 271(1-4): 553-557.

Ruhyadi I. 2016. Pengendalian Suhu Dan Salinitas Air Pada Akuarium Ikan Badut (Amphiprion percula) Berbasis Mikrokontroler Arduino Due [Undergraduate’s Thesis, Brawijaya University]. Brawijaya University Repository.

Nazhira S., Safrida S., & Sarong MA. 2017. The Effect Of Addition Pumpkin (Cucurbita Moschata D.) Flour In Artificial Diet To The Color Quality Of Goldfish (Carrasius Auratus). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi, 2(2): 1-14.

Sari OV., Hendrarto B., & Soedarsono P. 2014. Pengaruh variasi jenis makanan terhadap ikan karang nemo (Amphiprion ocellaris Cuvier, 1830) ditinjau dari perubahan warna, pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 3(3): 134-143.

Sartikawati S., Junaidi M., & Damayanti AA. 2020. Efektivitas Penambahan Tepung Buah Labu Kuning Pada Pakan Ikan Terhadap Peningkatan Kecerahan Dan Pertumbuhan Ikan Badut (Amphipriion ocellaris). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 13(1): 24-35.

Serezli R., Küçükağtaş A., & Kurtoglu İLKER. 2016. Acute toxicity of ammonia and nitrite to angel fish (Pterophyllum scalare, Liechtenstein 1823) and the effect of erythrocyte morphology. Fresenius Environmental Bulletin, 25(8): 3119-3124.

Wahyuningsih S., & Gitarama AM. 2020. Amonia pada sistem budidaya ikan. Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(2): 112-125.

Weirich CR., Tomasso JR., & Smith TIJ. 1993. Toxicity of ammonia and nitrite to sunshine bass in selected environments. Journal of Aquatic Animal Health, 5(1): 64-72.

Yanbo W., Wenju Z., Weifen L., & Zirong X. 2006. Acute toxicity of nitrite on tilapia (Oreochromis niloticus) at different external chloride concentrations. Fish Physiology and Biochemistry, 32: 49-54.

Yulianti ES., Maharani HW., & Diantari R. 2014. Efektivitas pemberian astaxanthin pada peningkatan kecerahan warna ikan badut (Amphiprion ocellaris). e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 3(1): 313-318.

Zhou X., Tian Z., Wang Y., & Li W. 2010. Effect of treatment with probiotics as water additives on tilapia (Oreochromis niloticus) growth performance and immune response. Fish physiology and biochemistry, 36: 501-509.

Published
2025-03-14
How to Cite
Kartamiharja, U. K. A., Yulianti, Y., Dharmawati, V., Irianti, V. R., Haryono, T., & Nazar, F. (2025). Aplikasi Probiotik Lactobacillus rhamnosus dengan Dosis Berbeda pada Budidaya Ikan Badut (Premnas epigramma). Journal of Coastal and Deep Sea, 3(1), 1-16. https://doi.org/10.30598/jcds.v3i1.17847