Dikotomi Tindak Tutur Ekspresif dalam Kritik Kebijakan Energi
Abstract
Penelitian ini mengambil komentar-komentar dengan likes terbanyak di salah satu unggahan reels akun Instagram Luisa Neubauer, seorang aktivis di Jerman, mengenai kebijakan energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fungsi tindak tutur ilokusi ekspresif netizen Jerman berdasarkan teori Yule (1996) di akun Instagram Luisa Neubauer serta menganalisis perbedaan tuturan netizen berdasarkan target ujarannya (Luisa dan pihak otoritas). Metode deskriptif kualitatif pada penelitian ini digunakan untuk memotret dan mendeskripsikan sebuah fenomena sosiolinguistik dalam media sosial. Data dikumpulkan dengan teknik analisis dokumen lalu dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya dikotomi tajam pada fungsi tuturan ekspresif netizen Jerman yang terwujud dalam beragam jenis fungsi, yaitu munculnya tindak tutur ekspresif positif (pujian, ucapan terima kasih) yang ditujukan kepada Luisa Neubauer sebagai legitimasi, dan ekspresif negatif (hinaan, kekecewaan) yang menargetkan pihak otoritas sebagai alat delegitimasi politik. Ditemukan pula bahwa meskipun tuturan positif lebih banyak secara kuantitas, namun tuturan negatif memiliki variasi fungsi yang lebih beragam. Adanya dikotomi ini membuktikan bahwa bahasa dalam media sosial dapat berfungsi sebagai perekat sosial sekaligus senjata politik.
Kata Kunci: Tindak tutur ekspresif, Kebijakan energi, Netizen Jerman, Luisa Neubauer, Dikotomi
Downloads
Copyright (c) 2026 Audrey Fadhila F. Fegantara, Dewi Ratnasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



_.jpg)