PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

(Studi Fenomena Di Desa Waepandan Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan)

  • La Yono Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Agus Soumokil Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Jumiati Tuharea Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Keywords: Presepsi Masyarakat, Pernikahan Usia Dini, Undang-Undang Perkawinan

Abstract

Fenomena perkawinan usia dini di Indonesia merupakan salah satu fenomena yang banyak terjadi di berbagai wilayah tanah air, khususnya Desa Waepandan Kec.Kepala Madan Kab.Buru Selatan. Hal ini menunjukkan kesederhanaan pola pikir masyarakat sehingga fenomena sosial (pernikahan usia dini) masih berulang terus menerus.Perkawinan usia dini akan berdampak pada kehidupan keluarga dan sumberdaya manusia diIndonesia.Usia perkawinan muda berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian karena pasangan suami istri yang remaja belum siap untuk membangun kehidupan rumah tangga.Secara psikologis mereka belum matang berfikir, bahkan mereka cenderung labil dan emosional ketika terjadi permasalahan dan pertengkaran dalam rumah tangga yang pada akhirnya berunjung pada perceraian, Oleh karena itu fenomena sosial perkawinan  usia dini kembali diperbincangkan oleh berbagai pakar dan tokoh masyarakat.Mereka mencoba meninjau kembali Undang-Undang No.1 Tahun 1974 pasal 7 ayat 1 telah dijelaskan bahwa batas usia menikah bagi seorang laki-laki adalah 19 tahun dan bagi perempuan adalah 16 tahun.Oleh karena itu tulisan ini menjelaskan batas usia pernikahan yang ditetapkan oleh hukum positif negara Republik Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Presepsi Masyarakat Terhadap Perkawinan di Bawah Umur ditinjau dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan, Penelitian ini dilaksanakan di masyarakat Desa Waepandan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancaradandokumentasi. Selanjutnya data diolah secara deskreptif kualitatif untuk mengetahui Presepsi Masyarakat Terhadap Perkawinan dibawah Umur ditinjau dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peraturan tentang batas usia perkawinan dianggap biasa oleh masyarakat Desa Waepandan  maka dengan demikian perlu adanya upaya dan langkah sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat agar perkawinan yang dilakukan sesuai dengan tuntutan Undang-Undang perkawinan itu sendiri.

Presepsi Masyarakat, Pernikahan Usia Dini, Undang-Undang Perkawinan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-02-06
How to Cite
Yono, L., Soumokil, A., & Tuharea, J. (2020). PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. JURNAL PATTIMURA CIVIC (JPC), 1(1), 38-47. Retrieved from https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/jpc/article/view/1683