Produktivitas Telur Tetas Burung Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) pada Penetasan Semi Otomatis dan Tradisional
Abstract
Penggunaan mesin tetas dalam penetasan telur burung puyuh jepang dapat berkisar dari bahan yang sederhana dan mudah diakses hingga desain yang lebih modern. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menganalisis produktivitas telur puyuh jepang pada penetasan menggunakan mesin tetas tradisional versus semi otomatis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan 2 perlakuan yaitu mesin tetas tradisional dan semi otomatis, dimana masing-masing perlakuan mempunyai 5 ulangan, dan satuan pengamatan pada masing-masing ulangan digunakan 20 butir telur tetas burung puyuh jepang. Produktivitas telur tetas burung puyuh jepang yang diukur berdasarkan fertilitas dan daya tetasnya. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan jenis inkubator terhadap fertilitas dan daya tetas. Kedua inkubator tersebut menunjukkan hasil yang sangat baik: inkubator tradisional mencapai tingkat daya tetas sebesar 91,22±4,58%, sedangkan inkubator semi otomatis mencapai 93,27±2,45%. Mesin tetas tradisional yang dibuat dengan baik, terbuat dari bahan yang terjangkau dan mudah didapat, menghasilkan tingkat daya tetas yang tidak berbeda dibandingkan dengan model semi-otomatis. Oleh karena itu, inkubator tradisional direkomendasikan untuk petani skala kecil di pedesaan dengan modal terbatas karena efektivitas biayanya.
Downloads
Copyright (c) 2026 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









