PERSEPSI PASIEN FRAKTUR TERHADAP TERAPI NON FARMAKOLOGI TOPU BARA DI NEGERI WAAI

  • Sinthia Rosanti Maelissa Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Olav Fendri Lesilolo Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Lucas Petrus Molle Universitas Kristen Indonesia Maluku
Keywords: Persepsi, Fraktur, Topu Bara

Abstract

Patah Tulang (Fraktur) membuat masyarakat diperhadapkan dengan kondisi yang tidak memuaskan, sehingga mencari berbagai pengobatan agar kembali normal. Timbul beragam komplikasi bahkan hingga kanker akibat dari patah tulang yang jika tidak diobati akan menyebabkan rasa sakit yang begitu luar biasa sehingga membuat orang akan mencari pengobatan baik secara medis maupun pengobatan alternatif lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi deskriptif yaitu suatu pendekatan dalam mempelajari secara mendalam bagaimana persepsi pasien fraktur sehingga lebih memilih terapi non farmakologi topu bara di Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 6 orang sampai mencapai saturasi data. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu: 1) Perubahan yang dirasakan sebelum pengobatan, 2) Keyakinan terhadap pengobatan, 3) Proses menjalani pengobatan, 4) Hasil dari proses pengobatan yang dijalani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengobatan topu bara merupakan salah satu pengobatan alternatif yang dipilih masyarakat karena dipercaya lebih efektif dalam menyembukan fraktur dibandingkan pengobatan secara medis.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-10-31
Section
Articles