Perlindungan Pekerja Migran Sebagai Korban Human Traficking Berdasarkan Konvensi Pekerja Migran 1990 Dan Protokol Palermo 2000
Abstract
The issue of protecting migrant workers as victims of human trafficking has become a primary concern, particularly in the context of employment within the online gambling industry in Cambodia. This phenomenon illustrates the misuse of migrant worker recruitment, which leads to exploitation and modern slavery, often involving online fraud. Although international legal instruments such as the 1990 Migrant Workers Convention and the 2000 Palermo Protocol exist, the implementation of protection for victims of human trafficking still faces serious challenges, especially regarding repatriation, rehabilitation, and law enforcement against perpetrators. The 1990 Migrant Workers Convention and the 2000 Palermo Protocol provide a strong legal framework for the protection of migrant workers as victims of human trafficking. However, in practice, there are significant obstacles in law enforcement and in providing services for victims, particularly in destination countries such as Cambodia. Effective protection requires cross-border cooperation, increased public awareness of human trafficking crimes, and strengthening the capacity of law enforcement agencies as well as victim protection institutions.
Downloads
References
Adrian Sutedi, Hukum Perburuhan, Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Alfurqan, I., & Sridiani, N. W., “Perlindungan terhadap Hak-Hak Dasar Buruh Migran dan Keluarganya Berdasarkan Konvensi Internasional dalam Hukum Positif Indonesia.” Lex Journal: Kajian Hukum dan Keadilan 6, no. 2 (2022).
Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI), “Peningkatan Drastis Kasus Penipuan
Online dan Perdagangan Orang di Asia Tenggara”, 2024.
Any Suryani, Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta: Sanabil Publishing, 2020.
Bayu Aji Pramono & Mahrus Ali, Perdagangan Orang: Dimensi, Instrumen Internasional, dan Pengaturannya di Indonesia, Jakarta: Citra Aditya Bakti, 2011.
CNA Indonesia, “Kisah Kelam Perdagangan Manusia di Balik Industri Judi Online di Kamboja”, 2025. https://www.cna.id/indonesia/kisah-kelam-perdagangan-manusia-dibalik-industri-judi-online-di-kamboja-26426.
Detik.com, “Warga Karimun Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja”, 2025. https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-7719633/warga-karimun-jadikorban-perdagangan-orang-di-kamboja
Direktorat Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri, Konvensi Internasional Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya, Jakarta: Kementerian Luar Negeri, 2013.
Dewi Kartika Sari, Perlindungan Sosial dan Rehabilitasi Korban Perdagangan Manusia, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2020.
Eka N. Azhari & A. F. Wardhana, “Perlindungan Hukum Pekerja Migran Indonesia dalam Perspektif Gender.” Indonesian State Law Review (ISLRev) 3, no. 2 (2021).
Endang Sulistyowati, Perlindungan Hukum Korban Perdagangan Manusia di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
Hartono Widodo & R. Jossi Belgradoputra, “Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.” Binamulia Hukum 8, no. 1 (2023).
Henny Nuraeny, Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Hak Asasi Manusia, Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2016.
Intan Wulandari, Perlindungan Korban Perdagangan Manusia: Proses Identifikasi dan Pendampingan, Jakarta: Rajawali Pers, 2019.
Manek, Yuvensianus, Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural dalam Perspektif Hak Asasi Manusia, Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2023. Mita Noveria, Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2021.
Panjaitan, Ananda Chrisna D., “Harmonisasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Dengan Protokol Palermo Dalam Perlindungan Perdagangan Orang Di Indonesia.” Jurnal Yustitia 16, no. 1 (2022).
Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2007.
Ratna Sari Dewi, Pemulihan dan Reintegrasi Sosial Korban Perdagangan Orang, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2019.
Retno Wulandari & Lilis Komala Dewi, “Perlindungan Pekerja Migran di Indonesia Menurut Perspektif Hukum dan HAM.” Jurnal Pendidikan, 2023.
Rizki Hidayat, Perlindungan Hukum Pekerja Migran Indonesia dalam Perspektif HAM, Jakarta: Rajawali Pers, 2020.
Rizky Handayani, Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Korban Perdagangan Manusia, Jakarta: Prenadamedia Group, 2018.
Rustam, I., Sabilla, K. R., Rizki, K., & Estriani, H. N., “Kejahatan Lintas Negara Perdagangan Orang: Studi Kasus Pekerja Migran Asal Nusa Tenggara Barat.” Indonesian Perspective 7, no. 1 (2022).
Salah, Ahmad, Hukum Internasional dan Perlindungan Hak Asasi Manusia, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.
Siti Mahmudah, Perlindungan Hukum bagi Korban Perdagangan Manusia di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021.
Sidharta, I., Hukum Internasional: Teori dan Praktek, Jakarta: Rajawali Press, 2010.
Wahyu Trihartanto & Nynda Fatmawati O., “Pemberian Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Terhadap Pekerja Migran Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 4 (2025).
Yuniarti Wibowo, Repatriasi dan Reintegrasi Korban Perdagangan Manusia: Peran Negara dalam Perlindungan Warga Negara di Luar Negeri, Jakarta: Sinar Grafika, 2021.
Yuyun Yulianingsih & Hadi Setiawan, “Skema Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Migran Indonesia.” Sosio Konsepsia 10, no. 2 (2021).
Copyright (c) 2026 Dylan Clyde Pattikawa, Arman Anwar, Armelia Febriyanty Waas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in this Journal agree to the following conditions:
- The copyright in each article belongs to the author, as well as the right to patent.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Authors have the right to self-archiving of the article (Author Self-Archiving Policy)
