Penguatan Pengaturan Peran Kepolisian Dalam Pencegahan Penangkapan Satwa Dilindungi Sebagai Upaya Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

  • Rizal Catur Wicaksono Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Bhayangkara Surabaya, Surabaya, Indonesia.
  • Muhammad Abdul Razak Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Bhayangkara Surabaya, Surabaya, Indonesia.
Keywords: Police, Prevention, Protected Wildlife, Biodiversity, Regulatory Strengthening

Abstract

The protection of protected wildlife is an important part of efforts to preserve biodiversity in Indonesia. Although the legal framework governing conservation and police authority has been established, the regulation of the police role in preventing the capture of protected wildlife has not specifically and comprehensively integrated preventive functions into the biodiversity protection system. This study aims to analyze the legal regulation of the police role in preventing the capture of protected wildlife and to identify the weaknesses and juridical problems within the existing regulation. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, and analytical approaches. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research and analyzed using qualitative normative analysis. The results show that existing legislation provides a basis for the police to perform preventive functions through patrols, community development, intelligence activities, and coordination with relevant institutions. However, the existing regulation does not specifically provide mechanisms for preventing the capture of protected wildlife, including the scope of preventive authority, early detection, information exchange, inter-agency coordination, and community participation. This condition indicates a gap between the need for preventive wildlife protection and the existing legal framework. Therefore, strengthening the regulation of the police role is necessary through greater clarity regarding preventive functions and the establishment of an integrated prevention system connected with wildlife protection and biodiversity conservation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrida, Robby, Sukmareni, and Riki Zulfiko. “Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Perdagangan Satwa Liar yang Dilindungi di Wilayah Hukum Polda Sumatera Barat (Studi Putusan Nomor 93/Pid.B.LH/2019/PN BKT).” YUSTISI 11, no. 1 (2024): 323–333. doi:10.32832/yustisi.v11i1.16215.

Eryan, Adrianus. “Review on Illegal Wildlife Trade Provisions in Indonesia: Cost-Benefit Analysis and Law Enforcement.” Indonesian Journal of International Law 21, no. 5 (2024): 33–64. doi:10.17304/ijil.vol21.5.1877.

Fajrini, Rika. “Hak Biokultural Masyarakat dalam Kebijakan Konservasi Sumber Daya Hayati.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 2, no. 2 (2021): 95–109. doi:10.38011/jhli.v2i2.27.

Hadjon, Philipus M., et al. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005.

Hanif, Fathi. “Upaya Perlindungan Satwa Liar Indonesia melalui Instrumen Hukum dan Perundang-Undangan.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 2, no. 2 (2021): 29–48. doi:10.38011/jhli.v2i2.24.

Hartanto, Dadang, et al. “Sinergitas Lembaga Kepolisian dalam Pencegahan Kejahatan oleh Satuan Fungsi Kepolisian melalui Pemolisian Masyarakat guna Memantapkan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.” PUBLIKAUMA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik 13, no. 1 (2025): 30–44.

Huliselan, Pramawi Nicolas. “Peran Intelijen Kepolisian sebagai Tindakan Preventif dalam Menanggulangi Tindak Pidana Cyber Crime.” Paulus Law Journal 5, no. 1 (2023): 64–87. doi:10.51342/plj.v5i1.515.

Kautsar, Izzy Al, and Danang Wahyu Muhammad. “Sistem Hukum Modern Lawrance M. Friedman: Budaya Hukum dan Perubahan Sosial Masyarakat dari Industrial ke Digital.” SAPIENTIA ET VIRTUS 7, no. 2 (2022): 84–99. doi:10.37477/sev.v7i2.358.

Kurniansyah, Candra, M. Syahrul Borman, Moh. Taufik, and Dudik Djaja Sidarta. “Kebijakan Hukum Pidana dalam Perlindungan Satwa yang Dilindungi di Indonesia: Analisis terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE).” Lex Journal: Kajian Hukum dan Keadilan 7, no. 2 (2024): 339–356. doi:10.25139/lex.v7i2.11783.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edisi revisi. Jakarta: Kencana, 2017.

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press, 2020.

Padang, Krismanko, et al. “Online Illegal Wildlife Trade in Indonesia: Strengthening the Regulatory Framework and Law Enforcement.” Oryx 59, no. 2 (2025): 210–220. doi:10.1017/S0030605324001367.

Perangin-angin, Reh Bungana Beru, Ramsul Nababan, Ari Wulandari, and Anastasya Sihaloho. “Penegakan Hukum terhadap Kejahatan atas Satwa Liar yang Dilindungi di Taman Nasional Gunung Leuser.” Jurnal Hukum Justice.

Putra, Bintang Adi, et al. “Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Perspektif Konsep dan Teknik Analisis dalam Kajian Yuridis.” Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner (2026).

Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2014.

Ramadhan, Choky Risda. “Penegakan Hukum Tindak Pidana terhadap Satwa Liar.” Jurnal Yudisial 14, no. 2 (2021): 209–228. doi:10.29123/jy.v14i2.471.

Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 138. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6953.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 63. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7181.

Samedi. “Konservasi Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Rekomendasi Perbaikan Undang-Undang Konservasi.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 2, no. 2 (2021): 1–28. doi:10.38011/jhli.v2i2.23.

Saputra, Imran Eka, and Ali Rahman. “Reformasi Sistem Perundang-Undangan Indonesia: Strategi Pembentukan Lembaga Independen untuk Menangani Hiper-Regulasi.” JAPHTN-HAN 3, no. 1 (2024): 69–88. doi:10.55292/japhtnhan.v3i1.159.

Sembiring, Raynaldo, and Wenni Adzkia. “Memberantas Kejahatan atas Satwa Liar: Refleksi atas Penegakan Hukum Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 2, no. 2 (2021): 49–72. doi:10.38011/jhli.v2i2.25.

Setiadi, Achmad, et al. “Konservasi Keanekaragaman Hayati Endemik melalui Ecology, Socio-Economic, dan Socio-Cultural Approach (Studi pada Taman Kehati Kokolemboloi, Sulawesi Tengah).” Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat 4, no. 1 (2023): 244–254.

Suhaimi. “Problem Hukum dan Pendekatan dalam Penelitian Hukum Normatif.” Jurnal Yustitia 19, no. 2 (2018). doi:10.53712/yustitia.v19i2.477.

Wich, Serge A., et al. “Orangutan Killing and Trade in Indonesia: Wildlife Crime, Enforcement, and Deterrence Patterns.” Biological Conservation 276 (2022): 109744. doi:10.1016/j.biocon.2022.109744.

Wirawan, M. Yusuf. “Menelaah Arah Politik Hukum dan Nilai-Nilai Pancasila dalam Reformulasi Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.” Kertha Patrika 47, no. 2 (2025): 168–178. doi:10.24843/KP.2025.v47.i02.p03.

Yanova, Muhammad Hendri, Parman Komarudin, and Hendra Hadi. “Metode Penelitian Hukum: Analisis Problematika Hukum dengan Metode Penelitian Normatif dan Empiris.” Badamai Law Journal 8, no. 2 (2023).

Published
2026-08-31
How to Cite
Wicaksono, R., & Razak, M. (2026). Penguatan Pengaturan Peran Kepolisian Dalam Pencegahan Penangkapan Satwa Dilindungi Sebagai Upaya Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Indonesia. PATTIMURA Law Study Review, 4(2). https://doi.org/10.47268/palasrev.v4i2.27561
Section
HUKUM TATA NEGARA & HUKUM ADMINISTRASI NEGARA