Penyelesaian Sengketa Tanah Adat di Desa Ridool

  • Andarias Elkaratat Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia.
  • Novyta Uktolseja Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia.
  • Sri Rumada Sihite Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia.
Keywords: Customary Land, Communal Land Rights, Land Disputes, Customary Law

Abstract

This study examines the factors causing customary land disputes and the mechanisms for resolving them in Ridool Village, Tanimbar Islands Regency. This research employs an empirical juridical method, using primary data obtained through interviews and documentation, as well as secondary data consisting of laws and regulations, books, journals, and customary law documents. The findings indicate that customary land disputes in Ridool Village are primarily influenced by unclear land boundaries that still rely on natural markers, uncertainty regarding inheritance and the genealogy of land ownership, the involvement of third parties, the dualism between customary law and formal law, the limited role of customary leaders or historical witnesses, and the increasing economic value of land. In practice, dispute resolution prioritizes customary deliberation and a family-oriented approach. The stages include reporting and initial mediation, customary deliberation, a family approach, the use of customary rituals or oaths, and the determination of customary decisions. These mechanisms aim to restore social relationships and maintain community harmony. The study also demonstrates the importance of documenting and mapping customary land boundaries, documenting the history of land ownership, strengthening customary deliberation forums, and improving coordination with the government in order to enhance legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulrrahman. Tebaran Pikiran Mengenai Hukum Agraria. Bandung: Alumni, 1985.

Alting, Husen. Dinamika Hukum dalam Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat atas Tanah. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2010.

Arba, H. Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.

Catatan Kajian Pemantauan Konflik Kekerasan di Indonesia. Peta Kekerasan di Indonesia (Januari–April 2012). Edisi 1, Juli 2012. http://www.snpk-indonesia.com/docs/NVMS_Brief_19072012.pdf

Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi, dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan, 2008.

Lakburlawal, Mahrita A. “Tanah Adat dan Pemanfaatannya bagi Pengembangan Investasi Masyarakat Hukum Adat di Maluku.” Dalam Kompilasi Pemikiran tentang Dinamika Hukum dalam Masyarakat, dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Pattimura, 2013.

Laturete, Adonia Ivone. “Penyelesaian Sengketa Hak atas Tanah Masyarakat Hukum Adat.” Sasi 22, no. 2 (2016): 52–66.

Matuankotta, Jenny K. “Hak Pengelolaan atas Tanah-Tanah Adat di Maluku.” Dalam Kompilasi Pemikiran tentang Dinamika Hukum dalam Masyarakat, dalam rangka Dies Natalis ke-50 Universitas Pattimura, 2013.

Muhammad, Bushar. Pokok-Pokok Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita, 2006.

Poesoko, Herowati, M. Khoidin, dan Dominikus Rato. Eksistensi Pengadilan Adat dalam Sistem Peradilan di Indonesia. Surabaya: LaksBang Justitia, 2015.

Ridwan, M., B. Madiong, dan A. Tira. “Hak Masyarakat Hukum Adat Matteko terhadap Pengelolaan Hutan Adat di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa: Matteko's Rights to the Management of Traditional Forests in Tombolo Pao District, Gowa District.” CLAVIA: Journal of Law 19, no. 1 (2021): 83–90.

Saragih, Djaren. Pengantar Hukum Adat Indonesia. Bandung: Tarsito, 1996.

Siradjudin AR, Azmi. Pengakuan Masyarakat Adat dalam Instrumen Hukum Nasional. Jakarta, 2012.

Soekanto, Soerjono, dan Soeleman B. Taneko. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2021.

Soemardjono, Maria S. W. Kebijakan Pertanahan: Antara Regulasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas, 2009.

Sudjito. Prona Pensertifikatan Tanah Secara Massal dan Penyelesaian Sengketa Tanah yang Bersifat Strategis. Yogyakarta: Liberty, 1987.

Wahyono, Ary, dkk. Hak Ulayat Laut di Kawasan Timur Indonesia. Yogyakarta: Media Pressindo, 2000.

Wakim, Mezak. Makna dan Simbol Perahu dalam Budaya Masyarakat Sangliat Dol, Kepulauan Tanimbar. Ambon: Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku, 2020.

Wiranata, I Gede A. B. Hukum Adat Indonesia: Perkembangan dari Masa ke Masa. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2005.

Yas, Andias, dkk. Potret Pluralisme Hukum dalam Penyelesaian Konflik Sumber Daya Alam. Jakarta: Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), 2007.

Zakiya, Warda, dkk. “Peran Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Tanah.” Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 6 (2025): 8797.

Zuhdi, Susanto, Mariana Lewier, Martha Maspaitella, dan Stenly R. Loupatty. Sejarah dan Tradisi Lisan Orang Tanimbar: Suatu Pemetaan Memori Kolektif sebagai Perekat dan Identitas Masyarakat Kepulauan. Ambon: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), 2015.

Published
2026-08-31
How to Cite
Elkaratat, A., Uktolseja, N., & Sihite, S. (2026). Penyelesaian Sengketa Tanah Adat di Desa Ridool. PATTIMURA Law Study Review, 4(2), 153-165. https://doi.org/10.47268/palasrev.v4i2.28112