Transformasi Manajemen Kelas dalam Mendukung Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur
Abstract
Implementasi pembelajaran mendalam (deep learning sebagai pendekatan pedagogis) di sekolah dasar menuntut terciptanya lingkungan belajar yang aktif, reflektif, kolaboratif, dan bermakna. Namun, praktik manajemen kelas masih banyak berorientasi pada pengendalian perilaku dan penegakan disiplin sehingga belum sepenuhnya mendukung karakteristik pembelajaran mendalam. Selain itu, kajian yang mengintegrasikan manajemen kelas, pembelajaran mendalam, pendidikan inklusif, dan pemanfaatan teknologi dalam satu kerangka konseptual masih terbatas. Artikel ini bertujuan mengkaji transformasi manajemen kelas dalam mendukung pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Literature Review terhadap artikel jurnal internasional yang diperoleh dari basis data Scopus pada rentang tahun 2022–2026. Proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan seleksi artikel dilakukan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Dari 200 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 21 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan lima dimensi utama transformasi manajemen kelas, yaitu: (1) pergeseran peran guru dari pengendali menjadi fasilitator pembelajaran; (2) penguatan kompetensi sosial emosional dan iklim kelas yang positif; (3) pengembangan pembelajaran yang inklusif, terdiferensiasi, dan berpusat pada peserta didik; (4) integrasi teknologi digital sebagai pendukung pembelajaran mendalam; serta (5) penguatan kemandirian belajar dan budaya belajar sepanjang hayat. Berdasarkan sintesis literatur, kajian ini menghasilkan kerangka konseptual transformasi manajemen kelas yang mengintegrasikan kelima dimensi tersebut dalam konteks sekolah dasar. Temuan menunjukkan bahwa manajemen kelas merupakan faktor strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif, refleksi, dan pembelajaran bermakna. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru dalam mengelola kelas secara adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik menjadi kunci keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam di sekolah dasar.
Downloads
Copyright (c) 2026 PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







This work is licensed under