ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK PADA MINYAK KELAPA FERMENTASI DAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL

  • Fatma Al Hamid Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Pattimura Ambon
  • J Leiwakabessy Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan Unpatti
  • A Bandjar Jurusan Kimia FMIPA Universitas Pattimura, Ambon
Keywords: Asam lemak, transesterifikasi, khamir, fermentasi

Abstract

Telah dilakukan analisis asam lemak dalam minyak kelapa fermentasi dan minyak kelapa tradisional dengan GC-MS. Analisis asam lemak dalam minyak kelapa fermentasi diperoleh empat jenis asam lemak yaitu (1). Asam laurat (Metil dodekanoat) 39,13%, (2). Asam miristat (Metil tetradekanoat) 13,78%, (3). Asam palmitat (Metil heksadekanoat) 6,60%, dan (4). Asam oleat (Metil 9-oktadekanoat) 4,81%. Sedangkan dalam minyak kelapa tradisional diperoleh  5 jenis asam lemak yaitu (1). Asam laurat (Metil dodekanoat) 44,83%, (2). Asam miristat (Metil tetradekanoat) 22,82%, (3). Asam palmitat (Metil heksadekanoat) 12,82%, (4). Asam oleat (Metil 9-oktadekanoat) 11,16%, dan (5). Asam stearat (Metil oktadekanoat) 3,90%. Asam stearat tidak ada dalam minyak kelapa fermentasi karena telah habis dikonsumsi khamir. Dari segi jumlah dan jenis asam lemak, minyak kelapa tradisional lebih banyak namun dari segi fisik dalam hal jumlah minyak, waktu pemanasan dan tampilan, minyak kelapa fermentasi lebih baik. Proses pembuatan mempengaruhi komposisi asam lemak. Dalam penelitian selanjutnya perlu diberikan nutrisi tambahan buat khamir agar asam lemak tidak dikonsumsi. Perlu dilakukan penelitian untuk mencari kondisi optimal proses fermentasi khamir. Masyarakat boleh mengkonsumsi minyak kelapa fermentasi karena mengandung asam lemak yang penting bagi tubuh

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, S. 2002. Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka utama:
Buckle, K. A., Edwars, G. H., Fleet, M., Wooton. 1987. Ilmu pangan. Terjemahan dari food science. Oleh Hari Purnomo dan Adiyono, UI-Press: Jakarta
Creswell, C.F., Runguisht, A.O., dan Campell, M.M. 1982. Analisis spektrum senyawa organik. ITB: Bandung
Fardianz, S. 1989. Mikrobiologi pangan. ITB : Bandung
Fessenden & Fessenden. 1989. Kimia organik. Jilid I. Edisi ketiga. Terjemahan dari organic chemistry. Oleh Aloysius H. P. Erlangga: Jakarta.
Hard, H. 2004. Kimia Organik. Edisi keenam. Terjemahan dari Organik Chemistry. Oleh S. Achmadi. Erlangga: Jakarta.
Ketaren, S. 1986. Minyak dan lemak pangan. UI-Press: Jakarta.
Lehninger, L.A.1987. Dasar-dasar biokimia. Jilid II. Terjemahan dari principles of biotechnology. Oleh M. Thenawidjaja. Erlangga: Jakarta.
Marx, J. L. 1991. Revolusi biokimia. Jilid II. Terjemahan dari A Revolution of biotechnology. Oleh W, Yatim. Yayasan obor: Jakarta.
Murray, R.K.D.K. Grammer, P.A. Mayer, & V.W. Rodwell. 2003. Biokimia Harper. Terjemahan dari Harper’s Biochemistry. Oleh Kartono. EGC: Jakarta
Page, D.S. 1997. Prinsip-prinsip biokimia. Edisi I. Terjemahan dari principles of Biological Chemistry. Oleh R. Soendoro. Erlangga: Jakarta
Pine, S., Hendrikson, J.B., Cram, D.J., Hammond, G.S. 1980. Kimia organik. Jilid II. Edisi keempat. Terjemahan dari Organic Chemistry, oleh Roehyati & Sasanti. Institut Teknologi Bandung: Bandung
Poetjiadi, A. 1994. Dasar-dasar biokimia. UI-Press: Jakarta
Pudjaatmaka, A.H. 2002. Kamus kimia. Balai Pustaka: Jakarta
Rahman, A. 1999. Teknologi fermentasi Industrial. Jilid II. Arcan: Jakarta
Silverstein, R.M., Blasser, G.C., and Morril, T.C. 1991. Spektrometric identification of organic compounds. 5th edition. Jhon willey and Sons: USA
Sudarmadji, S. 1984. Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian. Liberty: Yogyakarta
Winarno, F.G. 1999. Minyak goreng dalam menu masyarakat. Gramedia pustaka utama: Jakarta
Winarno, F.G. & Fardianz. 1993. Biofermentasi dan biosintesa protein. Angkasa: Bandung.
Published
2020-08-25
How to Cite
Al Hamid, F., Leiwakabessy, J., & Bandjar, A. (2020). ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK PADA MINYAK KELAPA FERMENTASI DAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL. Science Map Journal, 2(1), 24-31. https://doi.org/10.30598/jmsvol2issue1pp24-31