HILANGNYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA PENANGKAPAN JARING INSANG AKIBAT SAMPAH DI TELUK AMBON

  • Welem Waileruny
  • Donald Noija Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Stany R Siahainenia Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Delly D P Matrutty Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
Keywords: Alat tangkap, nelayan, biaya, produktivitas

Abstract

Banyaknya sampah di laut dapat menurunkan produktifitas alat tangkap yang berdampak pada penurunan produksi dan pendapatan serta peningkatan biaya-biaya. Jaring insang merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan di Teluk Ambon dan mengalami kendala operasi penangkapan akibat sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usaha penangkapan ikan dengan jaring insang serta menghitung besarnya produksi dan pendapatan yang hilang akibat sampah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2019 dengan lokasi pengambilan data di Teluk Ambon. Pengumpulan data melalui percobaan penangkapan, wawancara dan observasi. Analisis data secara deskriptif dan analisis biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi 154 individu/trip dengan pendapatan rata-rata Rp 610.000/trip. Kehadiran sampah sangat menggangu aktifitas penangkapan jaring insang yang berdampak pada hilangnya produksi dan pendapatan. Selain menghilangkan produksi dan pendapatan, sampah juga mengakibatkan kerusakan jaring dan mesin yang dapat meningkatkan kenaikan biaya perbaikan dan perawatan sebesar Rp, 3,5 juta/tahun.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-06-06
How to Cite
Waileruny, W., Noija, D., Siahainenia, S., & Matrutty, D. (2020). HILANGNYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA PENANGKAPAN JARING INSANG AKIBAT SAMPAH DI TELUK AMBON. Prosiding Seminar Nasional Kelautan Dan Perikanan UNPATTI, 1(1), 182-195. https://doi.org/10.30598/semnaskp-18

Most read articles by the same author(s)