KERAGAMAN SPESIES MOLUSKA DAN PROBLEMATIKANYA BAGI KONSERVASI WILAYAH PESISIR: LITERASI MOLUSKA BAGI GENERASI MUDA
Abstract
Perairan pesisir Desa Waisala memiliki ekosistem tropis utama berupa mangrove, lamun, dan terumbu karang yang didukung oleh karakteristik pantai berpasir, berlumpur, dan berbatu. Ekosistem tersebut menjadi habitat penting bagi berbagai sumber daya perikanan dan kelautan, termasuk ikan, moluska, teripang, dan bulu babi. Namun, keberlanjutan sumber daya tersebut, khususnya moluska, mengalami penurunan kelimpahan dan ukuran akibat perubahan iklim, pencemaran sampah plastik, serta tekanan aktivitas manusia. Kondisi ini sejalan dengan fokus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-14 (Life Below Water) yang menekankan konservasi ekosistem laut dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Sebagai upaya mendukung tujuan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui edukasi kepada siswa SMAN 1 Waisala menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap konservasi moluska serta mendorong integrasi materi lingkungan pesisir dalam kurikulum sebagai dasar pembentukan agen perubahan yang berwawasan lingkungan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Prulley A. Uneputty, Niette V. Huliselan, Maureen A. Tuapattinaja, Janson H. Pietersz, Sara Haumahu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1_(1).png)









