Efektivitas Limbah Cengkih dalam Menekan Perkembangan In Vitro Sclerotium rolfsii, Jamur Penyebab Damping Off Kacang Tanah

The Effectiveness of Clove Waste in Suppressing In Vitro Development of Sclerotium rolfsii Fungus That Causes Damping Off in Peanuts

  • Handry R D Amanupunyo Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233, Indonesia
  • Nace E Tahitu Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233, Indonesia
  • Gratiana N C Tuhumury Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka, Ambon 97233, Indonesia
Keywords: Clove powder, dosage, in vitro, Sclerotium rolfsii Sacc

Abstract

Various problems have caused the decline in peanut production, among others the low resistance of peanut plants to various diseases. One of the obstacles in peanut production is the attack of plant diseases, such as the fungus Sclerotium rolfsii Sacc. The use of plant-based insecticides can be an alternative to disease control in peanuts. This study aimed to obtain the appropriate and effective dose of clove leaves and flower stalks in suppressing the in vitro growth of the fungus S. rolfsii Sacc causing damping off in peanuts, and to test the effectiveness of clove leaves and flower stalks on the formation of sklerotia of the fungus. This study used ‘tuni’ clove powder from Waai Village, Salahutu District. This experimental study employed a completely randomized design (CRD) with 8 treatments and 3 replications. The results showed that the growth of the fungus S. rolfsii Sacc. was inhibited by clove flower stalk powder at a dose of 1.5 g per100 mL of PDA, which was indicated by the number of sklerotia formed of 13.67% and propagule weight of 0.12 g, followed by a dose of clove leaf powder of 1.5 g per100 mL PDA, with amount of sklerotia formed of 27.33% and propagule weight of 0.17 g. These results were statistically shown on the parameters: colony diameter, Sklerotia formation time, number of Sklerotia, and weight of propagules.

Keywords: Clove powder, dosage, in vitro, Sclerotium rolfsii Sacc.

 

ABSTRAK

Berbagai masalah telah menyebabkan turunnya produksi kacang tanah, diantaranya masih rendahnya ketahanan tanaman kacang tanah terhadap berbagai penyakit. Salah satu kendala dalam produksi kacang tanah adalah serangan penyakit tanaman, seperti jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Penggunaan insektisida nabati dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit pada kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis daun dan tangkai bunga cengkih yang tepat dan efektif dalam menekan pertumbuhan jamur S. rolfsii Sacc penyebab damping off pada kacang tanah secara in vitro, serta menguji efektifitas daun dan tangkai bunga cengkih terhadap pembentukan sklerotia jamur. Penelitian ini menggunakan bubuk cengkih tuni, dari Desa Waai, Kecamatan Salahutu. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur S. rolfsii Sacc. terhambat oleh bubuk tangkai bunga cengkih pada dosis 1,5 g per 100 mL PDA yang ditunjukan oleh jumlah sklerotia terbentuk 13,67% dan berat propagul 0,12 g dan diikuti oleh dosis bubuk daun cengkih 1,5 g per 100 mL PDA, dengan jumlah sklerotia 27,33% dan berat propagul 0,17 g. Hasil ini secara statistik ditunjukkan pada parameter: diameter koloni, waktu terbentuk sklerotia, jumlah sklerotia, dan berat propagul.

Kata kunci: bubuk cengkih, dosis, in vitro, Sclerotium rolfsii Sacc.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanupunyo, H.R.D. 1997. Pengaruh Bubuk Cengkih dalam Menekan Pertumbuhan Jamur Sclerotium rolfsii Penyebab Layu Skerotium pada Kedelai. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Cesniket, H.B., A. Gregorcic, S.V. Bolta, and V. Kmecl. 2006. Monitoring of pesticide residues in apples, lettuce and potato of the Slovene origin, 2001. Food Additives and Contaminants 23(2): 164-173.

Cibro, M.A. 2008. Respon Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). Terhadap Pemakaian Mikoriza Pada Berbagai Cara Pengolahan Tanah. Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. Medan.

Fichtner, E.J. 2010. Sclerotium rolfsii: Kudzu of the fungal world. North Carolina State University. https://projects.ncsu. edu/cals/course/pp728/Sclerotium/Srolfsii.html.

Giordani, R., Y. Hadef, and J. Kaloustian. 2008. Compositions and antifungal activities of essential oils of some Algerian aromatic plants. Fitoterapia 79: 199-203. DOI: 10.1016/j.fitote.2007.11.004.

Irfan, M. 2016. Uji pestisda nabati terhadap hama dan penyakit tanaman. Jurnal Agroteknologi 6(2): 39-40. DOI: 10.24014/ja.v6i2. 2239.

Lolong, A.A., Salim dan L.L. Barri. 2017. Serangan cendawan Sclerotium rolfsii pada beberapa varietas kedelai yang ditanam di beberapa sistem tanam kelapa. Buletin Palma 17(2): 139-146.

Novita, T. 2008. Peran daun cengkeh terhadap pengendalian layu Fusarium pada tanaman tomat. Jurnal Agronomi 12(2): 14-17.

Nurmansyah. 2016. Pengaruh minyak nabati Piper aduncum terhadap jamur Sclerotium rolfsii menurut ketinggian lokasi tanam dan waktu penyulingan. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 27(2): 147-154. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro. v27n2.2016.147-154.

Punja, Z.K. 1985. The biology, ecology, and control of Sclerotium rolfsii. Annual Review of Phytopathology 23: 97-127. DOI: http://dx.doi.org/10.1146/annurev.py.23.090185.000525.

Semangun, H. 2004. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. ISBN: 979-420-383-1.

Sumartini. 2012. Penyakit tular tanah Sclerotium rolfsii dan Rhizoctonia solani pada tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian serta cara pengendaliannya. Jurnal Litbang Pertanian 31(1): 27-34. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/ jp3.v31n1.2012.p%25p.

Tawa, M.A., I.R. Sastrahidayat, dan S. Djauha. 2017. Efektivitas pestisida nabati untuk pengendalian jamur Sclerotium rolfsii Sacc. penyebab penyakit rebah semai pada tanaman kedelai. Jurnal HPT 5(2): 43-51.

Timper, P., N.A. Minton, A.W. Johnson, T.B. Brenneman, A.K. Culbrreat, G.W. Burton, S.H. Baker, and G.J. Gascho. 2001. Influence of cropping system on stem rot (Sclerotium rolfsii), Meloydogyne arenaria, and the nematode antagonist Pasteuria penetrans in peanut. Plant Disease 85: 767-772. DOI: 10.1094/PDIS.2001.85.7.767.

Ueda, S., B. Yamashita, M. Nakajima, and Y. Kuwahara. 1982. Inhibition of microorganisms by spice extracts and flavouring compounds. J. Japan. Soc. Food Sci. Technol. 29:111.

Published
2021-06-30
How to Cite
AmanupunyoH., TahituN., & TuhumuryG. (2021). Efektivitas Limbah Cengkih dalam Menekan Perkembangan In Vitro Sclerotium rolfsii, Jamur Penyebab Damping Off Kacang Tanah. JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN, 17(1), 36-42. https://doi.org/10.30598/jbdp.2021.17.1.36