KARAKTERISASI FENOTIPIK KAMBING LOKAL DI KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH

  • Endang Astriwati Ibrahim Alumni Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura
  • Rajab Rajab Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura
  • Bercomien J. Papilaya Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura
Keywords: Qualitative traits, quantitative traits, local goat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif, dan hubungan antara bobot badan dan ukuran tubuh ternak kambing lokal di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Metode Purposive sampling dan survei, analisis deskriptif sifat kualitatif, kuantitatif dan analisis regresi sederhana hubungan bobot badan dengan ukuran tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik sifat kualitatif mulai dari profil garis muka datar, garis punggung cekung persentase 100%. Pola warna dominan hitam persentase 49% dan campuran 16%. Karakteristik sifat kuantitatif bobot badan kambing lokal rataan 26,94±2,75(10,20) kg. Tinggi pundak (54,39 cm). Panjang badan (52,23 cm). Lebar dada (24,79 cm). Lingkar dada (56,48 cm). Lingkar canon (8,18 cm). Hubungan bobot badan dan ukuran tubuh ternak nilai korelasi yang diperoleh antara bobot badan dengan variabel tersebut adalah masing-masing 0,99 (tinggi pundak), 0,74 (panjang badan),  2,28 (lebar dada), dan 0,86 (lingkar dada). Sifat kualitatif dan Kuantitatif ternak kambing lokal pada kecamatan leihitu kabupaten maluku tengah memiliki kemiripan dengan ternak Kambing Kacang, hubungan positif bobot badan dengan ukuran tubuh ternak. 

ABSTRACT 

This study aims to determine the characteristics of qualitative and quantitative traits, and the relationship between body weight and body size of local goats in Leihitu District, Central Maluku Regency. Purposive sampling and survey methods, descriptive analysis of qualitative characteristics, quantitative and simple regression analysis of the relationship between body weight and body size. The results showed that the qualitative characteristics ranged from the profile of a flat front line to a concave back line with a percentage of 100%. The dominant color pattern is 49% black and 16% mixed. The quantitative characteristics of the local goats' body weight averaged 26.94±2.75(10.20) kg. Shoulder height (54.39 cm). Body length (52.23 cm). Chest width (24.79 cm). Bust (56.48 cm). Canon circumference (8.18 cm). In the correlation between body weight and body size of cattle, the correlation values ​​obtained between body weight and these variables were 0.99 (shoulder height), 0.74 (body length), 2.28 (chest width), and 0.86 ( chest size). Qualitative and quantitative characteristics of local goats in the Leihitu sub-district, Central Maluku district, have similarities with Peanut Goats, a positive relationship between body weight and body size.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiati, U., & D. Priyanto. 2011. Karakteristik Morfologi Kambing PE Di Dua Lokasi Sumber Bibit. Dalam: Prasetyo LH, Damayanti R, Iskandar S, Herawati T, Priyanto D, Puastuti P, Anggraeni A, Tarigan S, Wardhana AH, Dharmayanti NLPI, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner untuk Peningkatan Produksi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7- 8 Juni 2011. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 472-478.

Aldridge, M. E., J. E. Fearon, B. P. Haynes, H. M. Miller, K. Y. Sanford, R. R. Scott, W. W. Anglin, L. S. Blalock, B. L. Burkes, O. L. Cohn-White, B. R. Franks, H. M. Giles, A. L. Greene, R. D. Hanby, A. G. Holliman, J. M. Kirby, A. W. Klein, C. A. Lehmann, G. J. Llyod, C. T. Lore, T. B. Mcmurray, Z. V. Moody, B. N. Palmer, L. V. Pansano, R. M. Pickle, L. M. Schaeffer, J. R. Seidl, J. D. Smith, H. F. Stepp, F. A. Satrio, N. A. Kutchy, E. Dechert, C. Rutherford, K. Brown, B. Purwantara, & E. Memili. 2019. Solutions for Grand Challenges In Goat and Sheep Production. Biotropia, 26(1): 55 – 64.

Azmidaryanti, R., R. Misrianti, & S. Siregar. 2017. Perbandingan Morfometrik Kambing Kacang yang Dipelihara Secara Semi Intensif dan Intensif di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 5(2): 84-88.

Batubara, A., M. Doloksaribu M, & B. Tiesnamurti. 2006. Potensi Keragaman Sumberdaya Genetik Kambing Lokal Indonesia. Dalam: Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Sumber Daya Genetik di Indonesia: Bogor, 20 Desember 2016. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak. hlm. 206-14.

Benatar, I., H. Tefiel, & S. B. S Gaouar. 2018. Phenotypic Characterization of Local Goat Population In Western Algeria (Wilaya of Relizane) with Morphometric Measurements and Milk Analysis. Gen. Biodiv. J, 2(2): 55-66.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tengah. Kecamatan Leihitu Dalam Angka Tahun 2019. Masohi: Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tengah.

Dixit, S. P., R. A. K. Aggarwal, P. S. Dangi, N. K. Verma, M. K. Vyas, J. Rana, A. Sharma, V. B. Kharadi, G. P. Sabapara, & S. B. Deshpande. 2013. Phenotypic Characteristics, Management, Performance and Genetic Variability In Surti Breed of Goat. Indian Journal of Animal Sciences, 83(4): 423–427,

Gunawan, A., R. H. Mulyono, & C. Sumantri. 2011. Identifikasi Ukuran Tubuh dan Bentuk Tubuh Domba Garut Tipe Tangkas, Tipe Pedaging dan Persilangannya Melalui Pendekatan Analisis Komponen Utama. Animal Production, 11(1): 14-19.

Hoda, A. 2008. Studi Karakterisasi, Produktivitas dan Dinamika Populasi Kambing Kacang. [Disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Ilham, F. 2012. Keragaman Fenotipe Kambing Lokal Kabupaten Bone Bolange. [Laporan Penelitian Dasar Keilmuan]. Gorontalo: Program Studi Peternakan Universitas Negeri Gorontalo.

Khairiah, S. E. Nurzannah, S. H. Sitindaon, K. El Ramija, F. Fahmilia, A. Febretrisiana, & Wasito. 2021. Sumber Daya Genetik Kambing Panorusan Samosir. Buletin Plasma Nutfah, 27(2): 141–150.

Kurniasih, N. N., A. M. Fuah, & R. Priyanto. 2013. Karakteristik Reproduksi Dan Perkembanga Populasi Kambing Peranakan Etawah Di Lahan Pasca Galian Pasir. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, 1(3): 132-137.

Maesya, A., & S. Rusdiana. 2018. Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 7(2): 135-148.

Makatita, J. 2013. Hubungan Antara Karakteristik Peternak dengan Skala Usaha Pada Usaha Peternakan Kambing Di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman, 3(2): 78-83.

Mulliadi, D. 1996. Sifat Fenotip Domba Priangan Di Kabupaten Pandeglang dan Garut. [Disertasi]. Bogor: Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Nafiu, L. O., M. A. Pagala, & S. L. Mogiye. 2019. Karakteristik Produksi Kambing Peranakan Etawa dan Kambing Kacang Pada Sistem Pemeliharaan Berbeda Di Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 8(2): 91-96.

Noor, R. R. 2008. Genetika Ternak. Ed ke-4. Jakarta: Penebar Swadaya.

Nurmiati. 2014. Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Pertumbuhan Kambing Kacang Yang Dipelihara Secara Intensif. [Skripsi]. Makassar: Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.

Oseni, S. O., & B. A. Ajayi. 2014. Phenotypic characterization and strategies for genetic improvement of WAD goats under backyard systems. Open J Anim Sci, 4:253-262.

Pakpahan, R., & D. Pane. 2019. Identifikasi Peternakan Kambing Lokal Ditinjau dari Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14 (4): 332-337.

Pamungkas, F. A, A. Batubara, M. Doloksaribu, & E. Sihite. 2009. Petunjuk Teknis Potensi Plasma Nutfah Kambing Lokal di Indonesia. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Salamena, J. F., R. R. Noor, C. Sumantri, & I. Inounu. 2007. Hubungan Genetik, Ukuran Populasi Efektif dan Laju Silang Dalam Per Generasi Populasi Domba Di Pulau Kisar. J.Indon.Trop.Anim.Agric, 32(2): 71-75.

Sudarma, I. W., & I. M. Londra. 2020. Pengaruh Tata Laksana Perkandangan Terhadap Infeksi Parasit Cacing Pada Kambing Gembrong di Dua Tempat Berbeda di Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, 8(2): 196-206.

Wahyuni, V., L. O. Nafiu, & M. A. Pagala. 2016. Karakteristik fenotipik sifat kualitatif dan kuantitatif kambing Kacang di Kabupaten Muna Barat. Jurnal Ilmu Teknologi Peternakan, 1(1):21-30.

Trisnawanto, R. Adiwinarti, & W. S. Dilaga. 2012. Hubungan Antara Ukuran-Ukuran Tubuh Dengan Bobot Badan Kambing. J. Anim. Agri., 1: 653-668.

Tunissa, R. 2013. Keragaman Gen IGF-1 Pada Populasi Kambing Kacang di Kabupaten Janeponto. [Skripsi]. Makassar: Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.

Victori, A., E.Purbowati, & C. M. S. Lestari. 2016 Hubungan antara ukuran tubuh dengan bobot badan kambing. J. Ilmu-ilmu Peternakan, 26 (1): 23-28.

Zulfahmi, T., E. Ramdani, & Nurmeidiansyah. 2016. Hubungan Antara Ukuran-Ukuran Tubuh Dengan Bobot Badan Pada Kambing Kacang Di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Animal Agriculture Journal, 8(1): 29–35.

Published
2022-11-01
How to Cite
Ibrahim, E., Rajab, R., & Papilaya, B. (2022). KARAKTERISASI FENOTIPIK KAMBING LOKAL DI KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman, 10(2), 86-95. https://doi.org/10.30598/ajitt.2022.10.2.86-95