PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN LEECH DALAM KOLOM KOMENTAR VIDEO TVONE NEWS TENTANG USULAN WFH BAGI ASN

  • Ardabilly Jannatul Firdaus Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Siti Chalimatus Sa'Diyah Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Karmila - Universitas Nusantara PGRI Kediri
  • Erina Ayu Lestari
  • Nur Lailiyah Universitas Nusantara PGRI Kediri
Keywords: kesantunan berbahasa, maksim Leech, TikTok, komentar warganet, pragmatik

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji pelanggaran maksim kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech dalam kolom komentar unggahan TikTok TVOne News terkait wacana Work From Home (WFH) bagi ASN. Pendekatan pragmatik diterapkan dalam penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mengkaji data berupa komentar warganet yang memuat pelanggaran kesantunan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 data pelanggaran yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesimpatian, kesederhanaan, dan pemufakatan. Pelanggaran yang paling dominan adalah maksim penghargaan sebanyak 10 data. Temuan ini menunjukkan bahwa isu politik dan kebijakan publik mendorong munculnya ketidaksantunan berbahasa di media sosial Tiktok.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Nur Lailiyah, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published
2026-09-03
How to Cite
Firdaus, A., Sa’Diyah, S., -, K., Lestari, E., & Lailiyah, N. (2026). PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN LEECH DALAM KOLOM KOMENTAR VIDEO TVONE NEWS TENTANG USULAN WFH BAGI ASN. Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(1), 65-80. Retrieved from https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/arbitrer/article/view/26797