Kebijakan Formulasi Undang-undang Narkotika Dalam Legalisasi Penggunaan Ganja Sebagai Bahan Pengobatan di Indonesia

  • Leonie Lokollo Universitas Pattimura
  • Yonna Beatrix Salamor Universitas Pattimura
  • Erwin Ubwarin
Keywords: Kebijakan Hukum Pidana, Ganja

Abstract

Abstrak

Ganja merupakan jenis narkotika terlarang di Indonesia, hal ini diatur dalam Lampran I Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja merupakan narkotika Golongan I yang tidak bisa digunakan untuk keperluan medis. Bahkan ada beberapa orang yang menggunakan sebagai bahan medis untuk menangani penyakit mereka padahal belum legal di Indonesia. Penulisan ini memakai metode yuridis normatif dengan tujuan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia maupun Dewan Perwakilan Rakyat tentang pentingnya ganja sebagai bahan medis. Pembahasan penulisan ini menemukan bahwa ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa ganja berkhasiat menjadi obat untuk para pasien dan terbukti sembuh contohnya penyakit Alzheimer, Kanker, HIV/AIDS, epilepsy, Parkinson disease, Hepatitis C dan glaukoma, bahkan di Kota Ambon, perna menggunakan ganja sebagai obat herbal untuk beberapa penyakit ganja sudah diakui khasiatnya dan legal dibeberapa Negara. Untuk itu ganja perlu dimasukan kedalam Narkotika Golongan II atau Golongan III supaya dapat digunakan sebagai bahan medis.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, B. (2010). Kebijakan Legislatif Dalam Penangulangan Kejahatan Dengan Pidana Penjara. Yogyakarta: GENTA.

Bradley, L. A. (Vol 122, no. 12 (2009)). Pathophysiology of Fibromyalgia. American Journal of Medicine , hal 22-30. . https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2009.09.008

Buenz, E., Johnson, H. E., Beekman, E., & Bauer, B. (2004). Bioprospecting Rumphiu's Ambonese Herbal. Jurnal of Etho-phramacologi .

Campbell , V. A. ;and A. Gowran. (Vol 152, no. 5 (November 2007)). Alzheimer's Disease; Taking the Edge Off with Cannabinoids? British Journal of Pharmacology , 655-62. https://doi.org/10.1038/sj.bjp.0707446

Eberhard, R. G. (1981). The Poison Tree Selected Writings of Rumphius on the Natural Hostory of The Indies. University of Massachusetts Pres.

Jampel, H. (Vol 19, no. 2 (2010)). "American Glaucoma Society Position Statement: Marijuana and the Treatment of Glaucoma," . Journal of Glaucoma , 75-76. https://doi.org/10.1097/IJG.0b013e3181d12e39

Sudarto. (1981). Hukum dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni.

Sudarto. (1981). Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: Alumni.

Tomida, I., A. Azuara-Blanco, & H. House, M. F. (Vol 15, no.5 (2006)). Effect of Sublingual Application of Cannabinoids on Intraocular Pressure: A Pilot Study," . Journal of Glaucoma , 349-53. https://doi.org/10.1097/01.ijg.0000212260.04488.60

Ubwarin, E. (Vol.21 No.1 Bulan Januari - Juni 2015). ebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perjudian Melalui Internet (Internet Gambling.). Jurnal Sasi , Hal 48.

Ubwarin, E. (2015 ). KEBIJAKAN FORMULASI HUKUM PIDANA DALAM MELANGGULAGI KEJAHATAN SKIMMING ATM. Jurnal Sasi Volume 21 Nomor 2.

Ubwarin, E. (Vol.21 No.2 Bulan Juli - Desember 2015). Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Melanggulagi Kejahatan Skimming ATM. Jurnal Sasi .

Zunetti, T. S. (2002). Hukum Pidana Horizon Baru Pasca Reformasi,. Jakarta: Raja Grafindo Persada .

Published
2020-05-17
How to Cite
Lokollo, L., Salamor, Y., & Ubwarin, E. (2020). Kebijakan Formulasi Undang-undang Narkotika Dalam Legalisasi Penggunaan Ganja Sebagai Bahan Pengobatan di Indonesia. JURNAL BELO, 5(2), 1-20. https://doi.org/10.30598/belovol5issue2page1-20