Perlindungan Hukum Pada Anak Korban Kekerasan Seksual Melalui Perspektif Hukum Pidana Indonesia

  • Chairizka Sekar Ayu University Of Diponegoro
  • Nyoman Serikat Putra Jaya Universitas Diponegoro
Keywords: Tindak Pidana, Kekerasan Seksual, Perlindungan Anak

Abstract

Perlindungan hukum pada anak bisa berarti menjadi upaya perlindungan hak asasi anak yang berkaitan dengan kesejahteraan. Namun dewasa ini pemberitaan media massa berbanding terbalik, dimana anak yang seharusnya dilindungi dan diberikan pengawaan dalam tumbuh dan berkembangnya malah menjadi korban kekerasan seksual. Fenomena kekerasan seksual dimana anak menjadi korban tentunya membuat masyarkat terkejut. Apalagi dampaknya sangat luar biasa bagi tumbuh dan berkembangnya anak. Oleh karena itu, perlunya perlindungan hukum pada anak korban kekerasan seksual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Jurnal

[1] Antari, P.E.D. (2021). Pemenuhan Hak Anak yang Mengalami Kekerasan Seksual Berbasis Restorative Justice pada Masyarakat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. Jurnal HAM Vol. 12 No. 1, hlm 75-93.

[2] Ardianto, Syaifullah Yophi. (2016). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Dari Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 1-20.
[3] Carpenter, Simon. (2009). The Psychological Effects of Male Rape. Counselling Directory Cited from Jai Vipra, hlm 286.
[4] Hikmawati, E., dan Rusmiyati, C. (2016). Kajian Kekerasan Terhadap Anak. Jurnal Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, Vol. 40 No. 1, hlm 25-38
[5] Orange L.M., dan Brodwin M.G. (2005). Chilhood Sexual Abuse: What Rehabilitation Counselors Need to Know. Journal of Rehabilitation. 71(41). Hal. 5-12.
[6] Ramdhany, Lalu Muhammad Wahyu. (2013). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Eksploitas Seks Komersial, Malang: Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
[7] Yunus, Yurtisa. (2013). Analisis Konsep Restorative Justice Melalui Sistem Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia. Jurnal Rechtsvinding, 2(2), 30-49.

Buku
[8] A. Masyhur Effendi dan Taufani Sukmana Evandri, (2007), HAM dalam Dimensi/Dinamika Yuridis, Sosial, Politik, dan Proses Penyusunan/Aplikasi Ha-Kham (Hukum Hak Asasi Manusia) dalam Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia.
[9] Budhijanto, Danrivanto, (2014), Teori Hukum Konvergensi, Bandung: Refika Aditama.Muladi & Arief, Barda Nawawi. (2010) Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana (ed.1). Bandung: Alumni.
[10] Kusumaatmadja, Mochtar, (1976), Hukum, Masyarakat dan Pembinaan Hukum Nasional, Bandung: Lembaga Krimonologi Universitas Padajadjaran.
[11] Maslihah, Sri. (2013), Play Therapi Dalam Identifikasi Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak, Bandung :Universitas Pendidikan Indonesia.
[12] Yuwono, Ismantoro Dwi. (2015), Penerapan Hukum dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Yogyakarta :Pustaka Yustisia.
Majalah Online
[13] Angka Kekerasan Terhadap Anak Tinggi di Masa Pandemi, Kemen PPPA Sosialisasikan Protokol Perlindungan Anak. KEMENPPA. Diunduh dari : https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/2738/angka-kekerasan-terhadap-anak-tinggi-di-masa-pandemi-kemen-pppa-sosialisasikan-protokol-perlindungan-anak
[14] Hilda Meilisa. (2021, Juni). Korban Kekerasan Seksual Pemilik Sekolah di Batu Dari Sabang hingga Merauke. Diunduh dari : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5593934/korban-kekerasan-seksual-pemilik-sekolah-di-batu-dari-sabang-hingga-merauke
Published
2021-11-29
How to Cite
Ayu, C., & Jaya, N. (2021). Perlindungan Hukum Pada Anak Korban Kekerasan Seksual Melalui Perspektif Hukum Pidana Indonesia. JURNAL BELO, 7(2), 133-144. https://doi.org/10.30598/belovol7issue2page133-144