KUALITAS ORGANOLEPTIK SIRUP DAUN KELOR (Moringa oleifera) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI GULA

  • Jenny Grice Telehala
  • H Sinay
Keywords: Organoleptic test, Syrup, Moringa Leaf, Sugar

Abstract

Background: Moringa leaves are vegetables rich in nutrients, but rarely used by the community as a vegetable, because the aroma is sharp and bitter taste. Making Moringa leaf syrup can reduce the aroma sharp and bitter taste. Addition of sugar can affect the color, taste, aroma and viscosity of Moringa leaf syrup.

Method: This study to measure organoleptic quality of Moringa leaf syrup using scoring method.

Result: The result showed that the best color indicator was A0 treatment (70%), while the best taste, aroma and viscosity indicator was A3 (85%).

Conclusion: There is influence of addition of sugar to organoleptic quality (color, flavor, aroma, viscosity) from Moringa leaf syrup. For color indicator with best criterion is treatment A0 (70%), while indicator of flavor, aroma and viscosity with best criterion is treatment of A3 (85%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asri, D. E. 2015. Pengawasan Mutu Sirup Di PT Kartika Polaswati Mahardhika, Kecamatan Gubug, Kabupaten Purwodadi. Laporan Kerja Praktek. Semarang: Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Kholis, N., dan Hadi, F. 2010. Pengujian Bioassay Biskuit Balita Yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian, 11 (3): 144-151.
Krisnadi, A. D. 2015. Kelor Super Nutrisi. Blora: Gerakan Swadaya Masyarakat Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Kelor Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Sadar Gizi Dan Mengatasi Malnutrisi di Indonesia: Moringa Indonesia.
Kumalasari, E. 2015. Analisa Karakteristik Fisikokimia Produk Sirup Markisa (Passifora edulis f. edulis Sims) UD AL-Hidayah Melalui Perbandingan Konsentrasi Sari Buah dan Gula Sukrosa yang Digunakan. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar: Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.
Kholiq, A. 2011. Pengaruh Penggunaan Rosella Dan Penambahan Gula Pasir Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Vitamin C Minuman Jelly Rosella (Hibiscus Sabdariffa L). Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Marta, H., Widyasanti, A., dan Sukarti, T. 2007. Pengaruh Penggunaan Jenis Gula Dan Konsentrasi Sari Buah Terhadap Beberapa Karakteristik Sirup Jeruk Keprok Garut (Citrus nobilis Lour). Laporan Penelitan. Padjadjaran: Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.
Pratama, B. S., Wijana, S., dan Febriyanto, A. 2011. Studi Pembuatan Sirup Tamarillo (Kajian Perbandingan Buah Dan Konsentrasi Gula). Jurnal Industri, 1 (3): 180-193.
Puspasari, D. P. W., Suter, I. K., dan Nocianitri, K. A. 2009. Pengaruh Penutupan Dan Suhu Pada Proses Perebusan Terhadap Karakteristik Sirup Wortel (Daucus carota L.). Jurnal Agrotekno, 15 (1): 25-29.
Pertiwi, D. F. M., dan Susanto, H. W. 2014. Pengaruh Proporsi (Buah : Sukrosa) Dan Lama Osmosis Terhadap Kualitas Sari Buah Stroberi (Fragaria vesca L). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2 (2): 82-90.
Septiani. 2015. Pengaruh Umur Daun Lidah Buaya (Aloe vera barbadensis MILLER) dan Perlakuan Blanching terhadap Karakteristik Inderawi Permen Jelly Daun Lidah Buaya. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Published
2017-03-20
How to Cite
TelehalaJ., & SinayH. (2017). KUALITAS ORGANOLEPTIK SIRUP DAUN KELOR (Moringa oleifera) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI GULA. BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan Dan Terapan, 3(2), 159-166. https://doi.org/10.30598/biopendixvol3issue2page159-166