Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pencemaran Udara dalam Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Bandar Durian Labuhanbatu Utara
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian ISPA masih menjadi tantangan dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penurunan angka kematian balita. Kabupaten Labuhanbatu Utara merupakan salah satu wilayah dengan kasus ISPA yang cukup tinggi, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bandar Durian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu serta pencemaran udara dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025. Sampel penelitian berjumlah 122 ibu balita (12–59 bulan) yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan analisis data meliputi analisis univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita yang mengalami ISPA adalah 58,2%. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (p = 0,039), serta antara kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dengan kejadian ISPA (p = 0,001). Sementara itu, penggunaan obat anti nyamuk bakar (p = 0,352) dan penggunaan bahan bakar memasak (p = 0,217) tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu dan paparan asap rokok dalam rumah merupakan faktor yang berperan terhadap kejadian ISPA, sehingga intervensi edukasi kesehatan serta pengendalian pencemaran udara rumah tangga sangat diperlukan untuk menurunkan risiko ISPA pada balita.
Downloads
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

