Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome di Penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025
Abstract
Carpal tunnel syndrome merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh penekanan pada saraf median di dalam terowongan karpal di pergelangan tangan. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami carpal tunnel syndrome ialah penjahit, karena menjahit melibatkan banyak aktivitas tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CTS pada penjahit PT. X Kecamatan Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh penjahit berjumlah 31 orang sebagai sampel melalui teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, riwayat keturunan, indeks massa tubuh (IMT), serta gerakan berulang, dengan keluhan CTS sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), wawancara, dan pengukuran langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,7% penjahit mengalami keluhan CTS. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,015), riwayat keturunan (p=0,018), dan gerakan berulang (p=0,021) dengan keluhan CTS. Namun, IMT tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=1,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia lanjut, adanya riwayat keluarga, dan tingginya frekuensi gerakan berulang berperan dalam meningkatkan risiko CTS pada penjahit. Upaya pencegahan melalui pengendalian beban kerja, edukasi ergonomi, dan penerapan istirahat teratur perlu dioptimalkan untuk menekan angka kejadian CTS pada penjahit PT. X.
Downloads
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

