Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Repetitif dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Penjahit Pakaian di PIK Menteng Medan Tahun 2025

  • Kezia Natalia Manurung Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
  • Arfah Mardiana Lubis Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Keywords: Musculoskeletal Disorders, Postur Kerja, Gerakan Repetitif, Ergonomi, Penjahit Pakaian

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk penjahit pakaian, sebagai akibat dari postur kerja yang tidak ergonomis dan gerakan repetitif selama proses menjahit. SDGs poin ke-3 menekankan pentingnya kondisi kerja yang aman guna melindungi pekerja dari risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan gerakan repetitif dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit pakaian di PIK Menteng Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan jumlah sampel 38 penjahit yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) yang diisi sebelum dan sesudah bekerja, pengamatan postur kerja menggunakan metode REBA, serta penilaian gerakan repetitif berdasarkan jumlah gerakan tangan per jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penjahit berusia >30 tahun (89,5%), perempuan (73,7%), dan memiliki masa kerja >10 tahun (71,1%). Tingkat keluhan MSDs terbanyak berada pada kategori sedang (89,5%), dengan keluhan tertinggi setelah bekerja terjadi pada bagian pinggang (92,1%). Sebagian besar penjahit memiliki postur kerja berisiko tinggi (92,1%) serta gerakan repetitif berisiko (94,7%). Analisis hubungan menunjukkan korelasi sangat kuat antara postur kerja dan keluhan MSDs dengan nilai r = 0,870 dan p < 0,001, menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko postur kerja, semakin tinggi pula tingkat keluhan MSDs. Selain itu, mayoritas penjahit dengan gerakan repetitif berisiko juga menunjukkan tingkat keluhan MSDs kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa postur kerja tidak ergonomis dan gerakan repetitif yang tinggi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit. Intervensi ergonomi, perbaikan desain ruang kerja, serta edukasi terkait posisi kerja yang benar sangat diperlukan untuk mengurangi risiko MSDs pada pekerja sektor konveksi.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-12-27
How to Cite
Manurung, K. N., & Lubis, A. M. (2025). Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Repetitif dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Penjahit Pakaian di PIK Menteng Medan Tahun 2025. Jurnal Geografi, Lingkungan Dan Kesehatan, 3(2), 114-123. https://doi.org/10.30598/jglk.3.2.21439