Peran Geografi Pembangunan dalam Pengembangan Ekonomi di Kota Tasikmalaya
Abstract
Pembangunan ekonomi perkotaan merupakan proses multidimensional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pemerataan kesejahteraan, pengurangan ketimpangan spasial, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Geografi Pembangunan (Development Geography) menawarkan kerangka analisis yang menempatkan ruang sebagai faktor aktif dalam proses pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Geografi Pembangunan dalam pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya dengan menekankan analisis distribusi spasial aktivitas ekonomi, peran infrastruktur, serta implikasi kebijakan pembangunan berbasis wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen resmi pemerintah yang relevan dengan pembangunan ekonomi perkotaan dan tata ruang wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Tasikmalaya terkonsentrasi pada pusat kota dan koridor transportasi utama, sementara wilayah pinggiran masih didominasi oleh UMKM rumah tangga dengan keterbatasan akses infrastruktur. Infrastruktur fisik dan digital berperan sebagai spatial enabler yang mendorong mobilitas ekonomi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM. Namun, konsentrasi pembangunan yang tidak merata berpotensi memperlebar ketimpangan spasial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan berbasis wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Geografi Pembangunan penting dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi Kota Tasikmalaya yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan konektivitas, pengembangan kluster ekonomi lokal, serta integrasi kebijakan ekonomi dan penataan ruang.
Downloads
Copyright (c) 2025 The Author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

