Local Government Strategies In Infrastructure Development In The Mountainous Areas Of West Seram
Abstract
Infrastructure development in the mountainous areas of Elpaputih District, West Seram Regency, faces complex challenges related to geography, institutional capacity, and limited resources. This study aims to analyze the strategies employed by the local government in planning, implementing, and supervising infrastructure development, and to identify the key factors influencing their effectiveness. The research adopts a qualitative approach using in-depth interviews, field observations, and a review of planning documents and regional development reports. The findings reveal that the local government's development strategy is combinative, integrating formal, document-based planning (top-down) with emergent strategies derived from community needs and on-site conditions (bottom-up). The capacity of local actors and the quality of cross-sectoral coordination are crucial determinants of implementation success. However, the supervision mechanisms still encounter obstacles, particularly in technical monitoring and reporting systems, especially in remote mountainous villages with limited accessibility. This study concludes that the effectiveness of infrastructure development in Elpaputih District is strongly influenced by the adaptability of local government strategies, the strength of inter-actor collaboration, and the enhancement of local capacity. The study recommends strengthening participatory planning, improving field supervision through technology-based monitoring, and establishing sustainable coordination mechanisms to ensure more responsive and resilient infrastructure development.
Downloads
References
ADB. (2020). Community-Assisted Infrastructure Development in Remote Areas. Asian Development Bank.
ADB. (2020). Community-Driven Development and Local Infrastructure Improvement. Asian Development Bank.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat. BPS SBB.
Bappenas. (2020). Laporan Pembangunan Infrastruktur Wilayah Tertinggal. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Bappenas. (2022). Integrasi Perencanaan Pembangunan Daerah dan Desa: Pedoman Teknis Perencanaan Partisipatif. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
BPS Kabupaten Seram Bagian Barat. (2023). Kecamatan Elpaputih Dalam Angka 2023. Seram Bagian Barat: Badan Pusat Statistik.
Creswell, J. W. (2021). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (Ed. Bahasa Indonesia). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fitriani, R., Suryanto, D., & Malik, A. (2021). Capacity building desa dalam peningkatan efektivitas pembangunan infrastruktur berbasis kewenangan lokal. Journal of Rural Development Studies, 8(2), 112–124.
Hadijah, N. (2023). Dampak Dana Desa terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Jurnal Pembangunan Desa, 9(1), 55–70.
Hendrawan, R. (2023). Manajemen Pengawasan Pemerintahan Daerah. Jakarta: Prenadamedia Group.
Hidayat, A., & Kurniawan, R. (2023). Desentralisasi fiskal dan efektivitas pembangunan infrastruktur desa berbasis Dana Desa. Jurnal Administrasi Pembangunan, 12(1), 45–59.
Hidayat, R. (2021). Perencanaan Pembangunan Daerah: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.
Kemendagri. (2021). Pedoman Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Kementerian Dalam Negeri.
Kemendagri & Bappenas. (2022). Sinkronisasi Perencanaan Daerah dan Perencanaan Desa. Kementerian Dalam Negeri & Bappenas.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2021). Pedoman Pendampingan Desa dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan.
Kodoatie, R. J. (2018). Infrastruktur untuk Pengembangan Wilayah. Yogyakarta: Andi Offset.
Kusumawati, E., & Darmawan, W. (2022). Peran teknokratis pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas perencanaan infrastruktur wilayah terpencil. Jurnal Infrastruktur dan Kebijakan Publik, 5(3), 201–219.
Latuny, M., & Rahakbau, J. (2021). Aksesibilitas layanan kesehatan melalui perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan Maluku. Journal of Regional Development, 7(2), 101–118.
Manulang, B. (2023). Efektivitas konektivitas parsial dalam pembangunan jalan daerah tertinggal. Jurnal Ekonomi Transportasi, 5(1), 44–59.
Marasabessy, R. (2020). Tantangan pembangunan infrastruktur pada wilayah bertopografi berat. Jurnal Infrastruktur Daerah, 6(3), 211–225.
Mardiasmo, D. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Andi.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mintzberg, H. (1987). Crafting strategy. Harvard Business Review, 65(4), 66–75.
Nugraha, T. (2021). Peran konektivitas jalan terhadap integrasi sosial di kawasan pegunungan. Jurnal Sosial dan Pembangunan, 12(2), 87–99.
Nurhasanah, D., & Idrus, S. (2021). Responsivitas pemerintah daerah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah tertinggal. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(1), 77–89.
Nurhasanah, D., & Idrus, S. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur daerah terpencil. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 55–72.
OECD. (2021). Infrastructure Planning in High-Cost Terrains. OECD.
OECD. (2021). Regional Governance and Public Investment for Infrastructure. OECD.
OECD. (2022). Fiscal Capacity and Strategic Infrastructure Planning in Remote Areas. OECD.
Papilaya, J., Tiwery, Y., & Makaruku, R. (2023). Dampak konektivitas antarwilayah pegunungan di Maluku Tengah terhadap aktivitas sosial ekonomi. Jurnal Wilayah & Lingkungan, 11(1), 23–36.
Pattimukay, H. V. R., & Lailossa, G. (2022). Standar infrastruktur jalan pegunungan di Maluku dan implikasinya terhadap pembangunan wilayah. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 4(2), 77–90.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. (2021). Laporan Akhir Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Wilayah Pegunungan. Dinas PUPR.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. (2022). Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022. Seram Bagian Barat.
Pratama, A., & Wibowo, H. (2020). Geografi dan Pembangunan Wilayah: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pratama, A., & Wibowo, S. (2020). Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Terpencil. Bandung: Alfabeta.
Putra, A., & Wicaksono, R. (2020). Modal sosial sebagai akselerator pembangunan desa terpencil. Jurnal Pembangunan Sosial, 8(1), 14–29.
Rahardjo, H. (2019). Manajemen Infrastruktur Desa: Tantangan dan Solusi. Jakarta: Obor.
Rahman, T., & Sihombing, R. (2023). Strategi pembiayaan pembangunan infrastruktur pada pemerintah daerah dengan keterbatasan anggaran. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Anggaran, 7(1), 55–70.
Rahman, T., & Sihombing, R. (2023). Strategi pembiayaan pembangunan jalan di daerah dengan PAD rendah. Jurnal Kebijakan Anggaran Daerah, 5(1), 33–49.
Rorimuk, M., & Leiwakabessy, S. (2022). Efektivitas gotong royong dalam pembangunan infrastruktur desa di Maluku. Jurnal Pemberdayaan dan Pembangunan Desa, 3(2), 122–135.
Rosadi, Y. (2022). Peningkatan aksesibilitas spasial melalui pembangunan jalan di kawasan pegunungan. Jurnal Geografi Pembangunan, 10(1), 45–58.
Safitri, L., & Harahap, F. (2021). Pengaruh kebijakan Dana Desa terhadap pembangunan infrastruktur dasar. Jurnal Administrasi Desa, 6(2), 89–104.
Setiawan, D. (2022). Kapasitas Aparatur dan Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Setiawan, R. (2022). Infrastruktur jalan sebagai penentu akses layanan publik di wilayah marginal. Jurnal Administrasi Pembangunan, 13(1), 101–120.
Siregar, M. (2022). Komitmen politik daerah dalam pembangunan infrastruktur wilayah tertinggal. Jurnal Pemerintahan Daerah, 8(2), 66–82.
Siregar, T., Lubis, R., & Hidayah, P. (2020). Dampak pembangunan jalan terhadap biaya logistik di daerah terpencil. Jurnal Transportasi dan Infrastruktur, 4(1), 12–25.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyanto, H., & Riyadi, S. (2021). Peran kecamatan dalam sinkronisasi perencanaan pembangunan desa dan kabupaten. Jurnal Administrasi Wilayah, 4(2), 134–150.
Suryani, M. (2021). Infrastruktur dan Pembangunan Sosial Ekonomi. Jakarta: Kencana.
Suryani, N. (2021). Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syafrizal. (2017). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Padang: UNP Press.
Tarigan, H., & Halim, S. (2023). Koordinasi multi-level dalam pembangunan wilayah pegunungan. Jurnal Pemerintahan & Kebijakan Publik, 5(3), 201–218.
UNDP. (2021). Context-Driven Infrastructure Planning in Remote Regions. UNDP.
UNDP. (2021). Monitoring Strategies for Infrastructure Projects in Remote Areas. UNDP.
Wahyudi, A., & Suryana, R. (2020). Collaborative governance dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Jurnal Administrasi Negara, 16(2), 144–160.
Wijaya, K. (2020). Pengawasan Pembangunan Daerah: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Multi Karya.
Wijayanti, H., & Susilo, T. (2021). Ketimpangan manfaat pembangunan jalan di desa pegunungan. Jurnal Pembangunan Wilayah, 9(1), 55–70.
World Bank. (2020). Incremental Infrastructure Development in Remote Regions. World Bank Group.
World Bank. (2020). Infrastructure Development in Remote and Fragile Areas: Adaptive and Incremental Approaches. World Bank Group.
Copyright (c) 2026 Mayalina Letekay, Zainal Abidin Rengifurwarin, Hengky Virgo Richardo Pattimukay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)



