Pemodelan Sebaran Mikroplastik Di Perairan Destinati Wisata Desa Bahari Kecamatan Soropia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran mikroplastik di perairan Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, menggunakan pendekatan pemodelan numerik sebaran mikroplastik. Simulasi model dilakukan selama delapan hari, yaitu pada tanggal 7–14 Februari 2025. Pengambilan sampel air dilakukan pada lima stasiun yang mewakili kawasan wisata . Hasil analisis laboratorium menunjukkan keberadaan empat jenis mikroplastik, yaitu fiber, film, fragmen, dan foam. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada jenis fragmen dengan total 29,70 partikel/L, diikuti oleh film sebesar 26,37 partikel/L, foam sebesar 16,43 partikel/L, dan fiber sebesar 7,59 partikel/L. Kecepatan arus di wilayah penelitian berkisar antara 0,05–0,07 m/s yang termasuk kategori arus lambat. Nilai kelimpahan mikroplastik dikonversi menjadi berat total (g/m³) dan digunakan sebagai input konsentrasi pada titik sumber (source point) dalam model sebaran, dengan asumsi masukan bersifat konstan dan periodik. Hasil simulasi hidrodinamika menunjukkan bahwa pola arus pasang surut berpengaruh terhadap distribusi spasial mikroplastik, dengan zona akumulasi utama teridentifikasi di perairan Desa Tapulaga dan Pulau Bokori, sedangkan Pantai Toronipa menunjukkan sebaran yang relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mikroplastik telah tersebar luas dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan upaya mitigasi pencemaran plastik secara berkelanjutan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Elita Usva, Asmadin Asmadin, Saenuddin Saenuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







