Pengaruh Iklim Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan di Desa Garara Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan

The Impact of Climate Change on the Socioeconomic Conditions of Fishermen in Garara Village, South East Kei Kecil District

  • Asianti F, Rahanyaan Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Ferdinand Salomo Leuwol Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Johan Riry Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
Keywords: Perubahan Iklim, Kondisi Sosial Ekonomi, Nelayan

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.
Kata Kunci: Perubahan Iklim, Kondisi Sosial Ekonomi, NelayanPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-06-13
How to Cite
Rahanyaan, A. F., Leuwol, F. S., & Riry, J. (2026). Pengaruh Iklim Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan di Desa Garara Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan. JENDELA PENGETAHUAN, 19(1), 160-172. https://doi.org/10.30598/jp19iss1pp160-172

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>