Penguatan dan Penanaman Nilai Adat dalam Tradisi Tiga Gandong Tamilouw, Hutumuri, dan Siri Sori

Strengthening and Transmission of Customary Values in the Tiga Gandong Tradition of Tamilouw, Hutumuri, and Siri-Sori

  • Nisa H. Nusalelu Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Melianus Salakory Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Ferdinand Salomo Leuwol Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
Keywords: Tiga Gandong, Nilai Adat, Pelestarian Budaya

Abstract

Tradisi Tiga Gandong di Negeri Tamilouw, Hutumuri, dan Siri-Sori merupakan sistem kekerabatan adat yang berfungsi menjaga persaudaraan, solidaritas, dan keharmonisan masyarakat Maluku. Namun, arus globalisasi, modernisasi, dan perubahan pola hidup generasi muda menyebabkan terjadinya penurunan pemahaman terhadap nilai-nilai adat yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai adat dalam Tradisi Tiga Gandong, menganalisis bentuk penguatan nilai adat, mengkaji strategi penanaman nilai adat kepada generasi muda, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah negeri, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat pada tiga negeri gandong. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat yang terkandung dalam Tradisi Tiga Gandong meliputi solidaritas, gotong royong (masohi), toleransi, nilai religius dan spiritual, penghormatan kepada leluhur, tanggung jawab kolektif, dan loyalitas antar-negeri. Penguatan nilai adat dilakukan melalui ritual adat, peran lembaga adat, kegiatan sosial budaya, serta hubungan kerja sama antarnegeri. Penanaman nilai adat berlangsung melalui keluarga, pendidikan formal, keterlibatan dalam ritual adat, keteladanan tokoh adat, dan pembiasaan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Tradisi Tiga Gandong tidak hanya bergantung pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada integrasi nilai adat dalam pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pewarisan nilai adat kepada generasi muda secara berkelanjutan. Temuan ini memperkaya kajian tentang pelestarian sistem kekerabatan adat berbasis budaya lokal di wilayah kepulauan Maluku. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai adat perlu diintegrasikan secara lebih sistematis dalam pendidikan, dokumentasi digital, dan program pemberdayaan pemuda guna menjaga keberlanjutan identitas budaya dan memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-06-13
How to Cite
Nusalelu, N. H., Salakory, M., & Leuwol, F. S. (2026). Penguatan dan Penanaman Nilai Adat dalam Tradisi Tiga Gandong Tamilouw, Hutumuri, dan Siri Sori. JENDELA PENGETAHUAN, 19(1), 173-187. https://doi.org/10.30598/jp19iss1pp173-187

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>