MODEL EDUKASI BERBASIS PELATIHAN KADER UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DETEKSI DINI STUNTING

  • Benico Ritiauw Universitas Pattimura
  • Adnan Triputra Surya Universitas Pattimura
  • Arya Raditya Dwiardhana Universitas Pattimura
  • Maurin Valeria Ubro Universitas Pattimura
Keywords: Stunting, Cadre, Integrated Health Post, Community Service, Skills

Abstract

Stunting is a condition of short stature in children based on length or height-for-age that is below -2 standard deviations, which can be observed through delayed growth and development as well as nutritional status. Stunting can be caused by various factors, including family conditions, environmental factors, and the availability of health services. The prevalence of stunting in Central Maluku Regency in 2025 is reported at 27%, with six subdistricts identified as locus areas, namely Seram Utara, Nusa Laut, Salahutu, Amahai, Pulau Haruku, and Leihitu. The purpose of this community service activity carried out by university students participating in the Community Service Program (KKN) in collaboration with Masohi City Health Center is to provide interventions for Posyandu cadres as promoters for the prevention and early detection of stunting in Ampera Village, Masohi City District, which is one of the covered areas of Central Maluku Regency. The implementation stages were arranged systematically, consisting of planning, location survey, and program execution. The outcome of this community service activity was the formation of Posyandu cadres who are educated about stunting and skilled in conducting examinations for infants and toddlers

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anindhita, S. S., Rohmah, F. N., Khairani, K., & Arifah, S. (2021). Evaluasi pelaksanaan pengukuran tinggi badan oleh kader Posyandu di Wilayah Yogyakarta. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 17(2), 195–203.

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2024, 26 Juli). Momentum daya ungkit percepatan penurunan stunting.

Fitri, S. (2018). Dampak kurang dilaksanakannya peran kader posyandu terhadap pemantauan tumbuh kembang balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 123–130. https://doi.org/10.1234/jkm.v10i2.56789

Holida, S. S., Yusfar, K. M., & Karimah, S. D. (2024). Hubungan antara pengetahuan kader posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting di Desa Mandalamekar. Healthy Journal, 13(2), 141–152. https://doi.org/10.55222/5dxfw707

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman umum pengelolaan posyandu. Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/files72087Pedoman_Umum_Pengelolaan_Posyandu.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019a). Buku panduan orientasi kader posyandu. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1149/2022 tentang Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, 26 Mei). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. https://www.kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

Maharani, A., & Wulandari, H. (2025). Dampak stunting terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(4), 1667–1674. https://doi.org/10.31604/jips.v12i4.2025.1667-1674

Megawati, G., & Wiramihardja, S. (2019). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting. Dharmakarya, 8(3), 154–158. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i3.20726

Novianti, R., Hartuti, P., & Subowo, A. (2018). Peran posyandu untuk menangani stunting di Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 10(3), 1–10. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/31425/25611

Nurhayati, N., Meilinawati, E. S. B., & Partina. (2024). Antisipasi cegah stunting untuk mewujudkan generasi emas 2045 bersama Klinik Akbar Medika dan BKKBN Kab Mojokerto. SPIKesNas: Seminar Nasional Kesehatan Kediri, 3(3), 1144–1148. https://spikesnas.khkediri.ac.id/SPIKesNas/index.php/MOO

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. (2024). Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Diakses pada 9 November 2025 dari https://web.maltengkab.go.id/upaya-pencegahan-dan-percepatan-penurunan-stunting

Rais, R. (2023). Hubungan pengetahuan kader posyandu dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo Health Sciences Journal, 7(2), 188–197.

Saepudin, E., Rizal, E., & Rusman, A. (2017). Peran posyandu sebagai pusat informasi kesehatan ibu dan anak. Record and Library Journal, 3(2), 1–9. https://doi.org/10.12345/rlj.v3i2.12345

Sari, D., Ningsih, A. D., & Azzahra, A. (2023). Pencegahan Stunting Pada Anak Usia Dini Serta Dampaknya Pada Faktor Pendidikan Dan Ekonomi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 2679-2685. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i2.1591

Sauri, S., Nurhayati, N., Tini, T., Sulistia, S., Pratiwi, P. S., Tatang, T., & Fiqroh, N. (2024). Sosialisasi pentingnya pencegahan stunting untuk mewujudkan generasi emas 2045 di Desa Cikalong Kecamatan Cibitung Pandeglang. Kalandra: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 44–52. https://doi.org/10.55266/jurnalkalandra.v3i1.359

Sudirman, R. M., & Rufaidah, D. (2023). Hubungan pendidikan dan pengetahuan kader posyandu dengan kemampuan deteksi dini stunting di wilayah kerja Puskesmas Cigandamekar Kabupaten Kuningan tahun 2023. Jurnal Ilmu Kesehatan, 406–417.

Sutrio, S., Muliani, U., & Novika, Y. (2021). Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini kejadian stunting di Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 1(2), 427–434. https://doi.org/10.54082/jamsi.143

Wahyutomo, A. H. (2010). Hubungan karakteristik dan peran kader posyandu dengan pemantauan tumbuh kembang balita di Puskesmas Kalitidu-Bojonegoro [Tesis, Universitas Sebelas Maret]. Universitas Sebelas Maret Repository. https://core.ac.uk/download/pdf/12349623.pdf

Widjayatri, R. MurhMurhumY., & Tristyanto, B. (2020). Sosialisasi Pengaruh Stunting Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 16-27. https://doi.org/10.37985/murhum.v1i2.11

Widyawati, S. A., Siswanto, Y., & Afandi, A. (2023). Faktor risiko penyebab stunting pada balita usia 6–36 bulan. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 6(2), 169–176. http://jurnal.unw.ac.id/index.php/ijm

World Health Organization. (2015). Community health workers: What do we know about them? Human Resources for Health Observer Series (No. 19). World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/what-do-we-know-about-community-health-workers-a-systematic-review-of-existing-reviews

World Health Organization. (2025). Joint child malnutrition estimates (JME) (UNICEF-WHO-WB). https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimates-unicef-who-wb

Published
2026-01-31
How to Cite
Ritiauw, B., Surya, A. T., Dwiardhana, A. R., & Ubro, M. V. (2026). MODEL EDUKASI BERBASIS PELATIHAN KADER UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DETEKSI DINI STUNTING. PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 29-38. https://doi.org/10.30598/pakem.6.1.29-38