KEDALAMAN KONSENTRASI KLOROFIL MAKSIMUM PERAIRAN SELATAN MALUKU BARAT DAYA DAN SEKITARNYA

  • Simon Tubalawony Universitas Pattimura
  • Matheos D Sahuleka Universitas Pattimura
  • Juliana W Tuahatu Universitas Pattimura
  • Degen E Kalay Universitas Pattimura
Keywords: kedalaman klorofil maksimum, lapisan tercampur, oksigen, gradien suhu. termoklin

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kedalaman klorofil maksimum pada perairan selatan Maluku Barat Daya dan Sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data hasil Ekspedisi ATSEA pada bulan Mei 2010. Data suhu, salinitas, oksigen dan klorofil perairan diamati dengan menggunakan CTD tipe SBE911+ pada lima stasiun pengamatan untuk setiap kedalaman hingga 500 m. Data dianalisis untuk mengkaji Pola sebaran vertikal dan melintang suhu, salinitas, oksigen dan klorofil, stratifikasi massa air, kedalaman klorofil maksimum dengan menggunakan perangkat lunak ODV versi 4 dan Mircosoft Office Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas atas lapisan termoklin perairan berada pada kedalaman 44-60 m dan batas bawah lapisan termoklin pada kedalaman 325-409 m dengan ketebalan lapisan termoklin berkisar antara 267-352 m. Klorofil maksimum berada pada kedalaman 50-68 m yang berkisar antara 0,47-0,81 mg/m3 dengan rerata 0,59±0,13 mg/m3. Kedalaman klorofil maksimum dicirikan dengan suhu perairan 27,10-28,50 oC, salinitas 23,09-34,27 psu, dan konsentrasi oksigen 3,68-5,68 mg/l. Dengan demikian kedalaman klorofil maksimun berada pada bagian atas lapisan termoklin yakni beberapa meter di bawah batas atas lapisan termoklin

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bureau of technical supervision of the P.R of China. 1992. The Specification for Oceanographic Survey,Oceanographic Survey Data Processing (GB/T 12763.7—91). Standards press of China. P. 68-70 Brown E., Colling A., James R., Park D., Philips J., Rothery D., Wright J.. 2005. Marine Biogeochemistry Cycles (2nd edition). The Open University, Milton Keynes, England Cermen, P., Dutkiewicz S., Harrisc R. P., Followsb M., Schofielda O., Falkowskia P. G.. 2008. The Role Of Nutricline Depth In Regulating The Ocean Carbon Cycle. PNAS, 105(51) : 20344-20349 Chekalyuk A,Hafez M.A. 2008. Advanced Laser Fluorometry Of Natural Aquatic Environments. Limnol.Oceanogr. Methods 6, 59 Chekalyuk A,Hafes M. A. 2011. Photo-physiological Variability In Phytoplankton Chlorophyll Fluoroscence And Assessment Of Chlorophyll Concentration. Opt. Exp. 19, 22643-22658 Estrada M., Marrasé C., Latasa M., Berdalet E., Delgado M., Riera T.. 1993. Variability of deep chlorophyll maximum characteristics in the Northwestern Mediterranean. Marine Ecology Progress Series. 92:289–300. Fairbanks GR.,Wiebe PH.. 1980. Foraminifera And Chlorophyll Maximum: Vertical Distribution, Seasonal Succession, And Paleoceanographic Significance. Science 209, 1524– 1525. Fieux M., Andrie C., Charriaud E., Ilahude AG., Metzl N., Molcard R., Swallow JC. 1996. Hydrological and Chlorofluoromenthane Measurements of the Indonesian Throughflow Entering the Indian Ocean. J. Geophys. Res., 101 (5): 12433 – 12454. Flora SM., Setiyono H.,Tisiana AR. 2015. Pengaruh Lapisan Termoklin Terhadap Kandungan Oksigen Terlarut Di Samudera Hindia Bagian Timur. J. Oseanografi, 4(1):185-194. Gordon AL., 2005. Oceanography of the Indonesian Seas and Their Throughflow. Oceanogr., 18 (4): 14-27 Hayward TL., 1987. The Nutrient Distribution And Primary Production In The Central North Pacific. Deep-Sea Research 34 : 1593–1627 Hermawan, I., Setiawan A.,Pusparini N. 2017. Pola Distribusi Konsentrasi Klorofil-a Di Laut Maluku Berdasarkan Pengamatan In Situ Indeso Joint Expedition Program 2016 Dan Data Penginderaan Jauh. J. Segara, 13(3): 149-157 Heyman U, Lundgren A.1988. Phytoplankton Biomass and Production In Relation to Phosphorus. Hydrobiol., 170: 211-227 Ilahude AG., Gordon AL. 1996. Thermocline Stratification within the Indonesian Seas. J. Geophys. Res., 101 (C5): 12401 – 12420 Keeling RF., Kortzinger A., Gruber N.. 2010. Ocean deoxygenation in a warming world. Annu. Rev. Mar. Sci., 199–229 Lalli CM.,Parsons TR. 1997. Biological Oceanography An Introduction. 2 nd. Ed. The Open University Matsuura H., Sugimoto T., Nakai M.,Tsuji S. 1997. Oceanographic Conditions near the Spawning Ground of Southern Bluefin Tuna; Northeastern Indian Ocean. J. Oceanogr., 53: 421-433
Published
2020-06-06
How to Cite
Tubalawony, S., Sahuleka, M., Tuahatu, J., & Kalay, D. (2020). KEDALAMAN KONSENTRASI KLOROFIL MAKSIMUM PERAIRAN SELATAN MALUKU BARAT DAYA DAN SEKITARNYA. Pattimura Proceeding: Conference of Science and Technology, 83-95. https://doi.org/10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.83-95