ANALISIS FREKUENSI DAN KERAGAMAN BIVALVIA DI PERAIRAN PANTAI PULAU AY KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH

  • Nur Alim Natsir IAIN Ambon
  • Asyik Nur Allifah AF IAIN Ambon
Keywords: Bivalvia; ekosistem alami; keragaman, frekuensi

Abstract

Perairan pantai pulau Ay memiliki sumberdaya hayati laut yang sangat beragam sehingga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya diantaranya bivalvia. Bivalvia dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kerajinan serta mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bivalvia, keragaman bivalvia dan frekuensi kehadiran bivalvia di perairan pantai Pulau Ay Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2018 dengan menggunakan metode transek kuadrat untuk pengamatan biota di lokasi penelitian dengan ukuran 1 x 1 m. Analisis data menggunakan Indeks Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bivalvia yang ditemukan di perairan pantai Pulau Ay Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah adalah 8 jenis diantaranya Scapharca pilula, Sunneta truncata, Pinna muricata, Amusium pleuronectes, Tellina remies, Spondylus barbatus, Pinctada maxima, Tridacna gigas dengan total jumlah individu sebesar 46 individu. Indeks keragaman jenis bivalvia sebesar 1,6. Frekuensi kehadiran total bivalvia pada perairan pantai Pulau Ay adalah sebesar 82,81% yang menyatakan kehadiran sering/absolut

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allard, M. And Moreau, G. 1987. Effect of Experimental Acidification on lotic Macroinvertebrate Community. Hydrobiologia. Allen G., Steene, R., Human, P., and DeLoach, N. 2007. Reef Fish Identification Tropical Pacific. Florida: New World Publications, Inc. APHA. 2005. Standard Metods for the Examination of Water and Waste Water. APHA. AWWA.APCH. Port City Press. Baltimore. Maryland. Arbi, U. Y. 2011. Struktur Komunitas Moluska Di Padang Lamun Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 37(1):71 – 89. Arnold, P.W., and Birtles, R. A. 1989. Soft sediment marine invertebrates of Southeast Asia and Australia: A Gride to identification. Australian Institute of Marine Science. Townsville. 272pp. Buton, R. 2016. Keragaman Jenis Bivalvia Di Teluk Desa Lena Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan. FITK Institut Agama Islam Negeri Ambon. Cole, G.A. 1983. Buku Teks Limnologi. Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. Kuala Lumpur. hal 73-78. Effendi. 2003. Telaah Kualitas Air. Penerbit Kanisius,Yogyakarta.258 hal. Insafitri. 2010. Keanekaragaman, Keseragaman, dan Dominansi Bivalvia Di Area Buangan Lumpur Lapindo Muara Sungai Porong. Jurnal Kelautan Vol 3 (1). Kharisma, D., Chrisna A. S., dan Ria, A. T.N. 2012. Kajian Ekologis Bivalvia di Perairan Semarang bagian Timur pada Bulan Maret-April 2012. Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 216-225 Online di: http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jmr Krebs, C.J. 1997. Ecology: The Experimental Analysis of Distributions and Abundance. Ed. New York: Harper and Row Publishers. 654 p. Lihawa, Y. 2013. Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda di Ekosistem Mangrove Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Jurusan Teknologi Perikanan. Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo. MEN-LH. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Tentang Baku Mutu Air Laut. KEPMEN-LH-No-51-tahun2004. Jakarta Nontji A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta. Djambatan. Nyabakken, J.W. 1992. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia Pustaka, Jakarta. Odum, E. P. 1996. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Pakaya, F., Oli, H. A., Panigoro, C. 2017. Keanekaragaman dan Kelimpahan Bivalvia Pada Ekosistem Mangrove di Desa Mananggu Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol 5 (1). Romimohtarto, K., dan Juwana, S. 2001. Biologi Laut. Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Djambatan. Jakarta. 540 p. Setyobudiandi, I., F. Yulianda., U. Juariah., S. L. Abukena., N. M.Amiluddin dan Bahtiar. 2010. Gastropoda Dan Bivalvia. Stp Hatta – Sjahrir Banda Naira. Sitorus, B.R.D,. 2008. Keanekaragaman dan Dsrtribusi Bivalvia Serta Kaitannya Dengan Faktor Fisika-Kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. [Tesis]: Sekolah Pasca Sarjana-USU. Medan. Triwiyanto, K, Suartini, N. M., Subagio, J. N. 2015. Kenakeragaman Moluska di Pantai Serangan,Desa Serangan Kecamatan Denpasar Selatan,Bali. Jurnal Biologi. Vol 19 (2). Wijayanti, H. 2007. Kajian Kualitas Perairan di Pantai Kota Bandar Lampung Berdasarkan Komunitas Hewan Makrozoobentos. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang Wilhm, J. L., and T.C. Doris. 1986. Biologycal Parameter for water quality Criteria. Bio. Science:18. Wirakusumah, Sambas. 2003. Dasar- Dasar Ekologi Bagi Populasi dan Komunitas. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Wood, E. M. 1987. Subtidal Ecology (News Study in Biology). Edward Arnold publishers. London. Yusran. 2014. Identifikasi Keanekaragaman Jenis Kerang (Bivalvia) Daerah Pasang Surut di Perairan Pantai Pulau Gosong Sangkan Aceh Barat Daya. Universitas Teuku Umar. Meulaboh
Published
2020-06-06
How to Cite
Natsir, N., & Allifah AF, A. (2020). ANALISIS FREKUENSI DAN KERAGAMAN BIVALVIA DI PERAIRAN PANTAI PULAU AY KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH. Pattimura Proceeding: Conference of Science and Technology, 249-258. https://doi.org/10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.249-258