PERBAIKAN KUALITAS KERJA DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN ERGONOMI MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS BURUH ANGKAT ANGKUT TRADISIONAL DI PASAR BADUNG DENPASAR

  • Robert Hutagalung Universitas Pattimura
Keywords: Kualitas Kerja, Ergonomi, Produktifitas, Buruh Angkat-Angkut

Abstract

.
Buruh angkat – angkut tradisional wanita bekerja setiap malam di Pasar Badung Denpasar, mulai dari pukul 19.00-03.30 WITA. Rentangan usia para buruh adalah 18-40 tahun dan beban 60-100 kg ditambah keranjang 1-2 kg, dengan cara menjunjung di atas kepala. Jarak tempuh tiap frekuensi angkut adalah
100 meter. Dari konsep-konsep ergonomi, proses ini adalah berlebihan dan sering menyebabkan cedera. Untuk mengatasi kondisi kerja yang tidak ergomonis tersebut, dilakukan perbaikan kualitas kerja terhadap 11 orang sampel, meliputi: sikap kerja, metode kerja, beban angkat dan desain alat kerja guna mengatasi sikap kerja yang tidak alamiah serta memberikan kesempatan untuk melakukan istirahat aktif dan mengubah sistem kerja statis menjadi lebih dinamis. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbaikan kualitas kerja dengan menerapkan pendekatan ergonomi terhadap produktivitas buruh angkat-angkut. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) rerata gaya tekan L5/S1 sebelum perbaikan 7.637,15 ±
66,78 N dan sesudah perbaikan 2.983,26 ± 16,63 N; (2)  rerata denyut nadi kerja sebelum perbaikan 150,61 ± 1,06 denyut/menit dan sesudah perbaikan 119,51 ± 1,39 denyut/menit; dan (3) rerata produktivitas sebelum perbaikan 1,78 x 10-2 ± 0,01 x 10 dan sesudah perbaikan 2,24 x 10-2± 0,03 x 10-2. Dari hasil analisis diperoleh bahwa perbaikan kualitas kerja dengan menerapkan pendekatan ergonomi dapat menurunkan gaya tekan L5/S1 sebesar 60,94 % (p<0,05),
beban kerja sebesar 42,59 % (p<0,05) dan meningkatkan produktivitas sebesar 26,04 % (p<0,05).  

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-03-04
Section
Articles