Kajian Luasan Mangrove Akibat Pencemaran Laut

  • Sonja T. A. Lekatompessy Universitas Pattimura
Keywords: Mangrove, Limbah Logam Berat, Pencemaran

Abstract

Kebersihan Teluk Ambon saat ini semakin berkurang, hal ini terlihat dengan adanya limbah perkotaan di daerah teluk. Selain daripada itu Teluk Ambon juga terindikasi tercemar logam berat akibat limbah industri. Pada tingkat konsentrasi melebihi ambang batas toleransi logam berat bersifata racun berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan itu sendiri. Pengolahan logam berate seperti Pb, Cu, dan Zn, belum optimal akibat kendala biaya cukup besar untuk mengadakan pengolahannya. Kemampuan mangrove dalam mengakumulasi logam berat dijadikan alternatif perlindungan perairan Teluk Ambon bagian dalam terhadap pencemaran logam berat. Berdasarkan hasil analisa AAS, logam berat yang terserap dalam jaringan tubuh pohon api-api (Avicennia marina) dan pohon bakau (Rhizophora muncronata) memiliki Pb > Zn > Cu. Besarnya tingkat perbedaan kandungan logam berat pada mangrove dengan uji Tukey terlihat ketiganya menunjukan perbedaan dengan nilai W sebesar 0,0943 mg/gr untuk jenis logam berat Cu-Pb, 0,096 mg/gr untuk jenis logam berat Cu-Zn. Sedangkan logam berat Pb-Zn 0,0819 mg/gr. Jenis bakau memiliki kemampuan lebih besar dalam mengakumulasi logam berat, terbukti dari Uji t dimana thit sebesar 0,56 lebih besar dari ttabel sebesar 1,697 dan memilih jenis bakau lebih efektif menyerap logam berat dibandingkan jenis api-api. Maka luasan kawasan mangrove yang harus ditanami guna mengantisipasi pencemaran dengan beban pencemaran logam berat sebesar 37.218.096 mg/hari seluas sebesar 13633002,2 m2. Ini membutuhkan jumlah pohon bakau sebanyak 1.514.779 batang. Karena Teluk Ambon bagian dalam memiliki garis pantai sepanjang 16.385 km, maka lebar barier Bakau yang harus ditanam adalah 478,4 m.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-09-07
Section
Articles