EVALUASI MUTU BAHAN BAKU DAN HUBUNGAN KADAR AIR TERHADAP RENDEMEN KARAGINAN Eucheuma cottonii DI KABUPATEN NUNUKAN

RAW MATERIAL QUALITY AND THE RELATIONSHIP BETWEEN MOISTURE CONTENT AND CARRAGEENAN YIELD OF EUCHEUMA COTTONII IN NUNUKAN REGENCY

  • Samsidar Samsidar Politeknik Negeri Nunukan
  • Abdul Rohman Nasrudin Politeknik Negeri Nunukan
  • Samuel Partogi Hasudungan Sinaga
  • Yosep Yuswanto Tri Ananda
  • Kartina Kartina Universitas Borneo Tarakan
Keywords: Eucheuma cottonii, Kadar air, Mutu bahan baku, Rendemen karaginan

Abstract

Budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Nunukan berkembang pesat dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Namun, kualitas bahan baku yang belum optimal dapat memengaruhi kandungan polisakarida, khususnya karaginan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu bahan baku dan menganalisis hubungan kadar air dengan rendemen karaginan E. cottonii. Parameter mutu yang dianalisis meliputi Clean Anhydrous Weed (CAW), impurities, kadar air, dan rendemen karaginan. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada SNI 2690:2015 dan SNI 8391-1:2017, sedangkan hubungan antara kadar air dan rendemen karaginan dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar impurities pada seluruh lokasi melebihi batas maksimum 3%, sedangkan nilai CAW seluruh sampel memenuhi persyaratan minimum 50%. Kadar air sampel berkisar antara 35,42–49,24% dan belum memenuhi persyaratan mutu yang digunakan. Tingginya kadar air diduga berkaitan dengan durasi dan metode pengeringan serta kondisi penyimpanan bahan baku. Proses ektraksi menghasilkan kadar rendemen dengan nilai tertinggi diperoleh pada sampel Mansapa (24,25%), diikuti Sedadap (22,88%), Tanjung Harapan (22,78%), dan Selisun (21,68%). Berdasarkan uji korelasi, kadar air  memiliki hubungan yang signifikan terhadap kandungan karaginanan sebesar 0.007 (< 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.993 menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi kadar air pada rumput laut, maka kandungan rendemen karaginan cenderung menurun sehingga daat mempengaruhi mutu rumput laut. Oleh karena itu, penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada penanganan pascapanen khususnya pengeringan menjadi skala prioritas untuk menghasilkan rumput laut yang berkualitas dan bermutu serta mengoptimalkan kadar rendemen.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-07-31
How to Cite
Samsidar, S., Nasrudin, A., Hasudungan Sinaga, S., Tri Ananda, Y., & Kartina, K. (2026). EVALUASI MUTU BAHAN BAKU DAN HUBUNGAN KADAR AIR TERHADAP RENDEMEN KARAGINAN Eucheuma cottonii DI KABUPATEN NUNUKAN. INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 6(2), 117-124. https://doi.org/10.30598/jinasua.2026.6.2.117