Dampak Aktivitas Manusia terhadap Kondisi Wilayah Rawan Longsor di Batu Koneng, Kota Ambon

The Impact of Human Activities on the Physical Conditions of Landslide-Prone Areas in Batu Koneng, Ambon City

  • Fatmawati Tamher Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Edward Gland Tetelepta Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
  • Mohammad Amin Lasaiba Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura
Keywords: aktivitas manusia, kerawanan longsor, mitigasi bencana

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi pada wilayah perbukitan dengan karakteristik lereng curam, kondisi tanah yang mudah mengalami perubahan, dan curah hujan tinggi. Batu Koneng, Kota Ambon, termasuk kawasan yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi akibat kombinasi faktor fisik wilayah dan meningkatnya aktivitas manusia dalam pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kondisi wilayah rawan longsor di Batu Koneng serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terhadap 15 informan yang terdiri atas aparat dusun, tokoh masyarakat, dan warga setempat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik wilayah Batu Koneng ditandai oleh kemiringan lereng yang curam, tanah hasil pelapukan, berkurangnya vegetasi penahan lereng, dan sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal. Aktivitas manusia berupa pembangunan permukiman pada area lereng, pembukaan lahan, pemotongan dan penimbunan tanah (cut and fill), serta pengelolaan drainase yang kurang baik berkontribusi terhadap perubahan kondisi fisik lereng, peningkatan erosi, dan bertambahnya kerentanan longsor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko longsor tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik fisik wilayah, tetapi juga oleh intensitas pemanfaatan lahan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, penguatan vegetasi lereng, perbaikan sistem drainase, pengendalian pembangunan pada kawasan berisiko, serta peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat perlu diintegrasikan dalam strategi mitigasi guna mendukung pengelolaan lingkungan yang aman, adaptif, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-06-13
How to Cite
Tamher, F., Tetelepta, E. G., & Lasaiba, M. A. (2026). Dampak Aktivitas Manusia terhadap Kondisi Wilayah Rawan Longsor di Batu Koneng, Kota Ambon. JENDELA PENGETAHUAN, 19(1), 120-131. https://doi.org/10.30598/jp19iss1pp120-131

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>