UJI AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI 12 (FG12) EKSTRAK METANOL DAUN KAPUR (Harmsiopanax aculeatus Harms)

  • Rachel Turalely Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Pattimura Ambon
Keywords: Aktivitas antiplasmodium in vitro, FG12, IC50.

Abstract

Daun kapur (Harmsipanax aculeatus Harms) merupakan tanaman tradisoanal dari Maluku yang digunakan secara turun temurun untuk mengobati malaria. Secara ilmiah, ekstrak daun kapur telah diujikan aktivitas antiplasmodium secara in vivo dan in vitro. Ekstrak metanol daun kapur secara in vivo maupun in vitro telah terbukti memiliki aktivitas antiplasmodium sehingga berpotensi dikembangkan untuk mencari senyawa aktif antimalaria.  Ekstrak metanol daun kapur telah dipisahkan lebih lanjut dengan vacuum liquid chromatography dan dimonitoring dengan thin layer chromatography sehingga diperoleh 12 fraksi. Fraksi 12 ekstrak metanol  larut dalam metanol. Namun aktivitas sebagai antiplasmodium belum pernah dilaporkan. Penelitian ini menjelaskan tentang aktivitas antiplasmodium FG12 ekstrak metanol. Uji aktivitas antiplasmodium dilakukan secara in vitro dan persentase penghambatan parasitemia yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis regresi probit menggunakan SPSS sehingga dapat diperoleh nilai IC50.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50  FG12 sebesar 3,88 µg/mL. Nilai IC50 ini menunjukkan bahwa FG12 ekstrak metanol daun kapur memiliki aktivitas antiplasmodium paling baik dan berpotensi dikembangkan untuk mencari dan menemukan senyawa aktif antimalaria dari daun kapur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Center for Disease Control and Prevention, Malaria. 2010. Available from: http://www.cdc.gov/malaria/html. [diakses 31 Mei 2010].
Chowdurry, K., Bagasra. O., 2007. An edible vaccine for malaria using transgenic tomatoes of varying sizes, shapes and colors to carry different antigen. Medical Hypotheses. 68 (1): 22-30.
Dua, V.K., Ojha, V.P., Roy, R., Joshi, B.C.,Valecha, N., Usha-Devi, C., Bhatnagar, M.C., Sharma, V.P., Subbarao, S.K., 2004. Anti-malarial activity of some xanthones isolated from the roots of Andrographis paniculata. J. Ethnopharm. 95: 247-251.
Gessler MC, Nkunya MHN, Mwasumbi LB, Heinrich M, Tonner M. Screening Tanzanian medical plants for antimalarial activity. Acta Trop 1994; 55: 65-7.
Harijanto, P.N., 2000. MALARIA. Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinik, & Penangana. 36, 152, 153. EGC, Jakarta.
Mustofa, Sholikah, E.N., Wahyuono, S,. 2007. In vitro and In vivo Antiplasmodial Activity and Cytotoxity of Extracts of Phyllanthus niruri L. Herbs Traditionally Used to Treat Malaria In Indonesia. J. Trop Med Public Health. 38(4) : 609 – 615.
Turalely R., Susidarti, R.A., Wijayanti, M. A. 2011. In Vivo Antiplasmodial of the Most Active Fraction and Its Compound of kapur Leaves (Harmsiopanax aculeatus Harms) Extract Against Plasmodium berghei. Tropical Medicine Journal .Vol.. 01, No.02: 131-140.
Turalely, R., Mahulette, F., 2013, Uji Aktivitas Antiplasmodium dan Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Daun Kapur Dan Fraksi dari Ekstrak Daun Kapur Paling Aktif, Laporan Penelitian Ristek 2013, Universitas Pattimura.
Published
2018-07-12
How to Cite
Turalely, R. (2018). UJI AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI 12 (FG12) EKSTRAK METANOL DAUN KAPUR (Harmsiopanax aculeatus Harms). Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE), 8(2), 71-75. https://doi.org/10.30598/MJoCEvol8iss2pp71-75