KAJIAN KESESUAIAN KONSERVASI MANGROVE DI PESISIR PANTAI NAMASERU DAN NAMAEA NEGERI PELAUW KABUPATEN MALUKU TENGAH

  • Maureen Alise Tuapattinaja Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Reinhardus Pentury Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Frederik Willem Ayal Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
Keywords: mangrove, conservation, suitability, namaseru, namaea

Abstract

The mangrove forest ecosystem in Indonesia is currently in a critical state, with approximately 68% or 5.9 million hectares of the total 8.6 million hectares experiencing damage. Various approaches have been taken to reduce this damage and preserve the existence of mangrove forests in Indonesia. One such approach is through extensive conservation efforts, including those in the mangrove forest areas of Namaea and Namaseru coastal, Negeri Pelauw, Central Maluku Regency. This research aims to: 1) identify and analyze the potential of mangrove forests; 2) measure the physical-chemical parameters supporting the mangrove ecosystem; and 3) analyze the suitability of mangrove forest conservation development. The analysis stages of mapping the mangrove forest areas in this research begin with the determination of observation stations and data collection, followed by biophysical analysis. The data collected in this study are related to suitability indicators for mangrove conservation based on criteria from Wardhani (2011), Hutabarat (2009), and Khomsin (2005). The research conducted in Namaseru coastal found 16 mangrove species, while in Namaea coastal, 14 mangrove species were identified. The physical-chemical parameters supporting the Negeri Pelauw mangrove ecosystem, including water temperature, salinity, substrate type, slope, distance from freshwater sources/rivers, tidal height, pH, and current, are still within ranges conducive to mangrove forest growth. The suitability index for conservation area development in Namaea coastal is categorized as Very Suitable (S1), and in Namaseru coastal, it is categorized as Suitable (S2).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alongi, D. M. (2008). Mangrove forests: resilience, protection from tsunamis, and responses to global climate change. Journal Estuarine Coastal and Shelf Science, (76): 1–13

Alongi, D. M. (2015). The impact of climate change on mangrove forests. Current Climate Change Reports, 1(1): 30 – 39. DOI: 10.1007/s40641-015-0002-x

Ayal, F. W., Abrahamsz, J., dan Pentury, R. (2021). Identifikasi aktivitas perikanan merusak di Teluk Sawai. Jurnal Triton, 17(2)

Burt, J. S & W. T. Williams. (1981). Vegetational Relationship in the Mangrove of Tropical Australia. Marine Ecology ± Progress Series, 4: 349-359

Dewi, N. K., Sigit, A. P. (2015). Status Padang Lamun Pantai – Pantai Wisata Di Pacitan. Biogenis Jurnal Ilmiah Biologi

Giesen, W., Wulffraat, S., Zieren, M., Scholten, L., (2006). Mangrove Guidebook for Southeast Asia. FAO, Bangkok

Gunarto. (2004). Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian, 23 (1): 15-21

Haerullah, M., Hardjanto, H. and Sunkar, A. (2018). Faktor Internal yang Mempengaruhi Efektivitas Kinerja Polisi Kehutanan Dalam Penanganan Gangguan Kawasan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 8(3), pp. 347–354. doi: 10.29244/jpsl.8.3.347-354

Hendrawan, Gaol, J. L., & Susilo, S. B. (2018). Study of Density and Change of Mangrove Cover Using Satellite Imagery in Sebatik Island North Borneo. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1): 99–109

Hutabarat, A. A. F., Yulianda, A., Fahrudin, S., & Harteti, K. (2009). Pengelolaan pesisir dan laut secara terpadu. Pusdiklat Kehutanan Departemen Kehutanan RI. SECEM-Korea International Coorporation Agency. Bogor

Indrawan, M., Primack, R. B., dan Supriatna, J. (2007). Biologi Konservasi. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta

Irwanto. (2006). Keanekaragaman Fauna Pada Habitat Mangrove. Gramedia, Jakarta

Kalay, D. E., J. J. Wattimury dan K. Manilet. (2014). Kemiringan Pantai dan Distribusi Sedimen Pantai Di Pesisir Utara Pulau Ambon. Jurnal Triton, 10 (2):91-103

Kathiresan, K and B. L. Bingham. (2001). Biology of Mangrove and Mangrove Ecosystems. Centre of Advanced Study in Marine Biology. Annamalai University. Huxley College of Environmental Studies, Western Washington University. Annamalai. India

Khomsin. (2005). Studi perencanaan konservasi kawasan mangrove di pesisir selatan Kabupaten Sampang dengan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV. Pemanfaatan Efektif Penginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, 14 – 15 September 2005

Latupono, M. N. (2021). Potensi dan Bentuk Pemanfaatan Sumberdaya Mangrove di Dusun Namaea, Negeri Pelauw. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura, Ambon

Matatula, J., Poedjirahajoe, E., Pudyatmoko, S., & Sadono, R. (2019). Keragaman Kondisi Salinitas Pada Lingkungan Tempat Tumbuh Mangrove di Teluk Kupang, NTT. Semarang: Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17 (3): 425-434

Monografi Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, 2023

Nazia, Z., Nugroho, R. and Atikah, W. (2013). Kajian Yuridis Mengenai Illegal Logging Di Kawasan Hutan (Studi Kasus Di Balai Taman Nasional Meru Betiri Kabupaten Jember). Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2013 Universitas Jember

Nybakken, J. W. (1992). Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.17/MEN Tahun 2008 tentang Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Pramudji. (2018). Mangrove di Indonesia (edisi 2). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Penelitian Oseanologi. Jakarta

Rusila Noor, Y., M. Khazali dan I.N.N. Suryadiputra. (2006). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia (cetakan ke 2). PHKA WI-IP. Bogor

Saparinto, C. (2007). Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. Dahara Prize. Semarang

Schaduw, J. N. (2018). Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken. Majalah Geografi Indonesia, 32(1)

Setyawan, A. W. (2006). The Direct Exploitation in The Mangrove Ecosystem in Central Java and The Land Use in Its Surrounding; Degradation and Its Restoration Effort. Biodiversitas, 7 (3): 282291

Spalding, M., Kainuma, M., Collins, L. (2010). World Atlas of Mangroves. Earthscan. London.

Trimarsito, B. H. (2010). Kinerja Pengamanan Taman Nasional Berbasis Resort (Kasus Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Alas Purwo). Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tuasikal, T. (2007). Analisis Penekanan Dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pantai Desa Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Skripsi Tidak Dipublikasikan.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Wardhani, M. K. (2011). Analisis Keberlanjutan Kawasan Potensi Wisata Pantai Di Pesisir Selatan Kabupaten Bangkalan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Published
2023-12-15