POTENSI KOMUNITAS MANGROVE PANTAI TIAL KABUPATEN MALUKU TENGAH

  • Reinhardus Pentury Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Janson H Pietersz Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Maureen A Tuapattinaja Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Frederika S Pello Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Niette V Huliselan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Mahriyana Hulopi Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
  • Charlotha Irenny Tupan Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura
Keywords: mangrove, potency, community, health, coastal

Abstract

Mangrove community in Tial is potential and roles importantly for aquatic organism, local community and especially for coastal waters abrasion control in Tial. Due to the high rate abrasion in Tial, mangrove  community should be maintained and conserved. Therefore, the research is done in order to analyze mangrove composition, its potency and its condition on the coast of Tial.  Belt transect and hemispherical photography method are used to collect data by determining the observation station.  Three plots of  10 x 10 meter squares are placed in every observation station without space in between each plot where the ≥ 15 cm of circumference trees measuring is done and canopy photo of breast  height are taken up above perpendicularly. Microsoft Excel and Image J software are used to analyze collected data. The result shows that there are 9 species of mangrove from 7 genera and 5 families found in the coast of Tial. Sonneratia alba and Aegiceras floridum dominates the community where A. floriduim with 13 ind/100 m2 is the highest density species, while the frequency of occurrence and the highest dominance species is S. alba with the rate 0,67 and 2298,75 cm2/100 m2. Overall mangrove vegetation health is categorized good with a high density and in a medium canopy coverage.

 

ABSTRAK: Komunitas mangrove merupakan komunitas yang cukup potensial dan memiliki peranan penting bagi organisme perairan sekitar dan bagi masyarakat setempat, terutama dalam mengendalikan abrasi pada pesisir pantai Tial. Laju abrasi yang terjadi pada pesisir pantai Negeri Tial cukup tinggi, sehingga keberadaan mangrove pada perairan tersebut perlu dijaga dan dilestarikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, Potensi dan kondisi mangrove di perairan pantai Tial. Metode yang digunakan yaitu metode transek sabuk dan hemisperichal photography. Metode ini dilakukan dengan cara menentukan stasiun pengamatan, kemudian pada setiap stasiun pengamatan dibentuk petak pengamatan sebesar 10 x 10 m sebanyak tiga petak tanpa ada jarak antara petak pengamatan. Pada setiap petak pengamatan dilakukan pengambilan lingkar batang dengan ukuran ≥ 15 cm dan pengambilan foto kanopi dengan memotret setinggi dada secara tegak lurus kearah atas. Software Microsoft Excel dan Image J digunakan untuk menganalisis data pengukuran lingkar batang dan hasil foto kanopi. Dari hasil analisis diperoleh 9 spesies mangrove yang tergolong dalam 7 genera dan 5 famili. Sonneratia alba dan Aegiceras floridum merupakan spesies mangrove yang mendominasi komunitas mangrove pantai Tial. Kerapatan spesies tertinggi adalah A. floridum  sebesar 13 ind/100m2, sedangkan frekuensi kehadiran dan dominasi spesies tertinggi adalah S. alba dengan nilai masing-masing 0,67 dan 2298,75 cm2/100m2. Kondisi kesehatan mangrove secara keseluruhan pada pantai Tial masih dalam kondisi baik dengan kerapatan mangrove tergolong padat dan tutupan kanopi tergolong sedang.

 

Kata Kunci: mangrove, potensi, komunitas, kesehatan, pantai

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bengen, D.G 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumber daya Pesisir dan Lautan IPB.

Chianucci, F., U. Chiavetta, A. Cutini. 2014. The Estimation of Canopy Attributes from Digital Cover Photography by Two Different Image Analysis Methods. iForest-Biogeoscience and Forestry 7(4): 255-259.

Chrisyariati, I., B. Hendrarto, Suryanti. 2014. Kandungan Nitrogen Total dan Fosfat Sedimen Mangrove pada Umur yang Berbeda di Lingkungan Pertambakan Mangunharjo, Semarang. Diponegoro Journal of Marquares 3(3): 65-72.

DAI. 2018. Laporan Kajian Kerapatan dan Risiko Iklim Lanskap Pulau Ambon dan Kepulauan Lease. USAID. Fromhttp://www.apikindonesia.or.id

de Pannier R.F. & Pannier F. 2008. Mangrove Restoration in a Tropical Semiarid Environment: A Case Study in Landscape Design. In: Lieth H., Sucre M.G., Herzog B. (eds) Mangroves and Halophytes: Restoration and Utilisation. Tasks for Vegetation Sciences, vol 43. Springer, Dordrecht. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-6720-4_10.

Dharmawan, I.W.E. & Pramudji. 2014. Panduang Monitoring Status Ekosistem Mangrove. Coremap CTI – LIPI, 35-11 pp

English, S., C. Wilkinson, & V. Baker,. 1997. Survey Manual for Tropical Marine Resources 2nd Edition. Australian Institute of marine Science. Townsville.

FAO. 2007. The World’s Mangroves 1980-2005. FAO Publisher. Rome. Italy

Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren, L. Scholten. 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia. FAO and Wetlands International. Bangkok.

Jenning, S.B., N.D. Brown, D. Sheil. 1999. Assessing Forest Canopies and Understorey Illumination: Canopy Closure, Canopy Cover and Other Measures. Forestry 72(1): 59–74.

Kitamura, S., C. Anwar, A. Chaniago, S. Baba. 1999. Handbook of Mangroves in Indonesia. Saritaksu. Denpasar, Indonesia.

Lewerissa, Y.A., M. Sangaji, M.B. Latumahina. 2018. Pengelolaan Mangrove Berdasarkan Tipe Substrat di Perairan Negeri Ihamahu Pulau Saparua. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan 14(1): 1-9.

Lilimwelat, K.O., N. Retraubun, M.F. Telussa. 2019. Analisa Erosi Pantai Desa Seri Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Jurnal Manumata 5(2): 85-94. ISSN 2087-5703.

Lugina, M., Indartik, A. Pribadi. 2019. Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga: Studi Kasus Desa Pemogan, Tuban dan Kutuwaru. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 16(3): 197-210. E-ISSN 2502-4221.

Menteri Negara LH. 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 201 Tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove.

Madiama, S., C. Muryani, S. Santosa. 2016. Kajian Perubahan Luas dan Pemanfaatan Serta Persepsi Masyarakat Terhadap Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Geoeco 2(2): 170-183.

Rusila N.Y., M. Khazali, I N. N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove Di Indonesia. PHKA/WI-IP, Bogor.

Sambah, A. B., D. Affandy, O. M. Luthfi, A. Efani. 2019. Identifikasi dan nalisis Potensi Wilayah Pesisir Sebagai Dasar Pemetaan Kawasan Konservasi di Pesisir Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Ilmu Kelautan SUPERMONDE 5(2): 61-69. E-ISSN 2614-5049.

Saru, A. 2014. Potensi Ekologis dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Wilayah Pesisir. IPB Press, Bogor.

Schaduw, J. N. W. 2019. Struktur Komunitas dan Presentase Penutupan Kanopi mangrove Pulau Salawati Kabupaten Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Majalah Geografi Indonesia. Yogyakarta 33(1):26-34.

Sjafrie, N. D. M. 2016. Jasa Ekosistem Pesisir. Oseana XLI(4): 25-40. ISSN 0216-1877.

Spalding, M., F. Blasco, C. Field,. 2010. World Mangrove Atlas. UNEP-WCMC, Cambridge University Press.

Sudarto. 2011. Pemanfaatan dan Pengembangan Energi Angin Untuk Proses Produksi Garam di Kawasan Timur Indonesia. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan 7(2):61-70.

Suyadi. 2009. Kondisi Hutan Mangrove di Teluk Ambon: Prospek dan Tantangan. Berita Biologi 9(5): 481-490. ISSN 0126-1754.

Takarendehang, R., C. F. A. Sondak, E. Kaligis, D. Kumampung, I. S. Manembu, U. N. J. W. Rembet. 2018. Kondisi Ekonomi dan Nilai Manfaat Hutan Mangrove di Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis 2(1): 45-52.

Tomlinson, P.B. 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge University Press, Cambridge, U.K. 413 pp.

Vitasari, M. 2015. Kerentanan Ekosistem Mangrove Terhadap Ancaman Gelombang Ekstrim/Abrasi di Kawasan Konservasi Pulau Dua Banten. Bioedukasi 8(2): 33-36.

Wattimena, J.D & M. R. Ayal. 2018. Analisis Perubahan Garis Pantai Desa Rutong Kota Ambon. Jurnal Teknik Sipil 14(2): 115-136.

Widagdo, R. F. & A. Sugiri. 2014. Kajian Pengendalian dalam Mengatasi Kerusakan Ekosistem Mangrove di Kawasan Pesisir Kabupaten Pekalongan. Jurnal Teknik PWK 3(2): 285-294.

Published
2020-10-09
How to Cite
Pentury, R., Pietersz, J., Tuapattinaja, M., Pello, F., Huliselan, N., Hulopi, M., & Tupan, C. (2020). POTENSI KOMUNITAS MANGROVE PANTAI TIAL KABUPATEN MALUKU TENGAH. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 16(2), 68-76. https://doi.org/10.30598/TRITONvol16issue2page68-76