Simbol dan Identitas Budaya dalam Upacara Kasada Suku Tengger: Perspektif Teori Konvergensi Simbolik

Analisis narasi kolektif dan simbol budaya masyarakat tengger

  • Salsabillah Reghita Aulia Universitas Yudharta Pasuruan
  • Nurma Yuwita Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: Budaya Lokal, Komunikasi Ritual, Makna Simbolik, Masyarakat Tengger, Upacara Kasada

Abstract

Upacara Kasada merupakan salah satu ritual paling penting bagi masyarakat Tengger yang memadukan unsur religi, budaya, dan identitas kolektif. Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, Kasada tidak hanya berfungsi sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memperkuat kesadaran bersama (shared consciousness) dalam komunitas. Melalui perspektif Symbolic Convergence Theory (SCT), penelitian ini menelaah bagaimana simbol-simbol yang hadir dalam rangkaian ritual seperti persembahan, mantra, prosesi menuju kawah, serta peran dukun Pandhita membentuk dan memperkokoh fantasy themes yang melahirkan rhetorical vision tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan yang transenden. Proses konvergensi simbolik ini menjadikan Kasada sebagai ajang pembentukan narasi kolektif mengenai asal-usul, nilai moral, dan struktur sosial komunitas Tengger. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur dalam upacara Kasada memiliki makna simbolik yang disepakati secara sosial, sehingga memungkinkan terjadinya proses pemaknaan bersama yang berperan dalam mempertahankan kohesi sosial. Simbol-simbol tersebut tidak hanya berfungsi secara ritualistik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi budaya yang memperkuat identitas kelompok, solidaritas, serta legitimasi kepemimpinan religius melalui figur dukun Pandhita. Selain itu, ritual Kasada berfungsi sebagai ruang negosiasi makna, tempat masyarakat meneguhkan kembali struktur nilai dan etika komunal. Dengan demikian, upacara Kasada bukan semata tradisi keagamaan, melainkan mekanisme simbolik yang memastikan keberlanjutan identitas dan harmoni sosial masyarakat Tengger. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi simbolik dalam Kasada memainkan peran sentral dalam menjaga keberlanjutan budaya, kesadaran kolektif, dan integrasi sosial komunitas Tengger di tengah perubahan sosial kontemporer.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol yang muncul dalam upacara seperti ongkek (sesaji utama), larung saji ke kawah Gunung Bromo, serta proses pemilihan pemuka adat memiliki makna religius, sosial, dan pragmatis. Simbol-simbol tersebut memperkuat identitas budaya, nilai spiritual, serta solidaritas komunitas dalam masyarakat Tengger. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, upacara ini juga menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan leluhur serta lingkungan alam. Pandangan retoris dalam teori konvergensi simbolik terwujud dalam tiga dimensi: kesalehan (righteous), sosial, dan pragmatis yang terlihat dalam keseluruhan proses ritual. Upacara ini juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, simbol dalam Upacara Kasada tidak hanya berfungsi dalam konteks spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari narasi budaya yang terus hidup dan berkembang dalam masyarakat Tengger.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-12-23
How to Cite
Aulia, S. R., & Yuwita, N. (2025). Simbol dan Identitas Budaya dalam Upacara Kasada Suku Tengger: Perspektif Teori Konvergensi Simbolik. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 4(2), 276-288. https://doi.org/10.30598/JIKPvol4iss2pp276-288