Posisi Pemaknaan Mahasiswa Rantau terhadap Realitas Homesickness dalam Videoklip "Rumah" (Analisis Resepsi Stuart Hall)
Abstract
Fenomena homesick kerap dialami mahasiswa perantau dan divisualisasikan dalam videoklip “Rumah” karya Salma Salsabil melalui adegan-adegan kebersamaan keluarga yang memicu memori autobiografis. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana resepsi mahasiswa perantau terhadap perasaan homesick yang divisualisasikan dalam videoklip tersebut serta mengisi celah penelitian sebelumnya dengan menempatkan pengalaman audiens sebagai fokus kajian (novelty). Penelitian menggunakan metode analisis resepsi dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kerangka teori encoding decoding Stuart Hall. Sampel dipilih secara purposive sebanyak 5 informan mahasiswa perantau (3 perempuan, 2 laki‑laki) yang telah menonton videoklip dan pernah mengalami homesick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan (4 dari 5) menempati posisi dominan hegemonic, menerima dan mendalami makna “rumah” sebagai simbol kehangatan keluarga seperti yang dikodekan oleh pembuat videoklip, satu informan menempati posisi negotiated, menerima pesan namun memaknainya berdasarkan pengalaman keluarga yang kurang harmonis, tidak ditemukan posisi oppositional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa videoklip tersebut secara efektif mereproduksi ideologi familisme menggambarkan rumah sebagai ruang kehangatan, penerimaan, dan sumber dukungan emosional sehingga menimbulkan resonansi emosional dan perasaan homesick pada mayoritas informan. Penelitian ini menambah wawasan tentang bagaimana media visual memediasi pengalaman emosional homesick pada audiens perantau.
Downloads
Copyright (c) 2026 Deny Karuniawati, Andika Sanjaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel yang diterbitkan merupakan hak cipta dari rumah jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura.



