PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS V SD INPRES 5 DOBO

  • Antomina Kauy Program Studi Di Luar Kampus Utama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pattimura
  • Arience Lesnussa Program Studi Di Luar Kampus Utama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pattimura
  • Elsinora Mahananingtyas Program Studi Di Luar Kampus Utama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pattimura
Keywords: Pembelajaran Role Playing, Motivasi Belajar

Abstract

Bedasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas V SD INPRES 5 DOBO menunjukan bahwa siswa memiliki motivasi belajar IPS yang tergolong masih rendah, sebagian besar siswa belum tekun menghadapi tugas. Untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi belajar siswa kelas V SD Inpres 5 Dobo, maka penelitian ini akan menggunakan model pembelajaran Role Playing yang merupakan model pembelajaran bermain peran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V terkhusus mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Role palying meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas V SD Inpres 5 Dobo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model Arikunto tahun 2010. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres 5 Dobo yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal baru 52,17% atau 12 siswa yang memiliki motivasi belajar dengan kategori minimal baik. Berangkat dari temuan tersebut peneliti berusaha meningkatkan hasil belajar IPS menggunakan model Role Playing. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 73,91% dari 17 siswa memiliki motivasi belajar dengan kategori minimal baik. Hal ini membuktikan bahwa tindakan pada siklus I memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar IPS siswa. Akan tetapi, peningkatan tersebut belum dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan presentase siswa yang mencapan kategori minimal baik belum mencapai = 80%. Hasil pengamatan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan menjadi 95% atau 22 siswa yang memiliki motivasi belajar  dengan kategori minimal baik. Selain itu, hasil refleksi menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan siklus II suasana pembelajaran lebih efektif dan optimal.  Sebagian besar siswa mulai aktif baik dalam proses pembelajaran maupun dalam bermain drama.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-11-08