AKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KEDONDONG (Spondias pinnata) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

  • Debby D Moniharapon Universitas Pattimura
  • Abdul Mahid Ukratalo Universitas Pattimura
  • Bayu Wisnanda Universitas Muhammadiyah Malang
Keywords: Demam Berdarah Dengue, Kedondong, Biolarvasida, Aedes aegypti

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue. Salah satu upaya untuk mencegah meluasnya penyakit tersebut ialah dengan pengendalian vektor. Penggunaan insektisida merupakan salah satu bentuk pengendalian vektor dalam upaya penanggulangan DBD. Terdapat dua kategori besar insektisida yang sering digunakan sebagai insektisida rumah tangga, yaitu insektisida yang berfungsi untuk membunuh serangga dan insektisida yang berfungsi untuk mengusir serangga. Kedondong (Spondias pinnata) yang merupakan keluarga Anacardiaceae yang umumnya tumbuh baik di lingkungan beriklim tropis. Kulit batang kedondong mengandung senyawa saponin, alkaloid, dan flavonoid yang merupakan metabolit sekunder yang terlibat dalam mekanisme pertahanan terhadap serangan oleh banyak mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas biolarvasida ekstrak etanol kulit batang kedondong dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypty. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Tiap perlakuan berisi 20 ekor larva nyamuk Aedes aegypty. Pengamatan dilakukan selama 24 jam dengan waktu pengamatan 0 jam, 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Perhitungan waktu dimulai setelah pemasukkan larva ke dalam botol percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang kedondong mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Dosis efektif ekstrak etanol kulit batang kedondong dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti adalah 20 mg/mL.

Downloads

Download data is not yet available.

References

. E. Minarni T. Armansyah dan M. Hanafiah. “Daya Larvasida Ekstrak Etil Asetat Daun Kemuning ( Murraya paniculata ( L ) Jack ) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti,†J. Med. Vet. ISSN 0853-1943, no. L, pp. 27–29, 2010.

. Wurisastuti Tri, “Perilaku Bertelur Nyamuk Aedes aegypti pada Media Air Tercemar,†J. Biotek Medisiana Indones., vol. 2, no. 1, pp. 25–31, 2012.

. H. Boesri, B. Heriyanto, S. W. Handayani, and T. Suwaryono, “Uji Toksisitas Beberapa Ekstrak Tanaman Terhadap Larva Aedes aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue,†Vektora J. Vektor dan Reserv. Penyakit, vol. 7, no. 1, pp. 29–38, 2015.

. D. P. Virgianti and S. Masfufah, “Efektifitas Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Antioviposisi Nyamuk Aedes aegypti,†J. Kesehat. Bakti Tunas Husada, vol. 14, no. 1, pp. 108–112, 2015.

. R. E. P. Mangindaan dan R. Y. Taroreh, “Pengujian Aktivitas Larvasida Dari Ekstrak Ascidian Lissoclinum patella Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti,†vol. 3, pp. 13–17, 2013.

. V. K. Gupta, A. Roy, V. K. Nigam, and K. Mukherjee, “Antimicrobial activity of Spondias pinnata resin,†J. Med. Plants Res., vol. 4, no. 16, pp. 1656–1661, 2010.

. M. Utomo, S. Amaliah, and F. A. Suryati, “Daya Bunuh Bahan Nabati Serbuk Biji Papaya Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti Isolat Laboratorium B2p2vrp Salatiga,†Pros. Semin. Nas. Int., vol. 2, pp. 152–158, 2010.

. R. Koneri, H. H. Pontororing, J. Biologi, U. S. Ratulangi, and J. K. Bahu, “Uji Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia macrophylla) Terhadap Larva Aedes aegypti Vektor Penyakit Deman Berdarah, â€J. MKMI, vol. 12, no. 4, pp. 216–223, 2016.

. E. S. Syamsul, E. N. Purwanto, A. F. Samarinda, D. Berdarah, and D. Dengue, “Uji Aktivitas Perasan Buah Mentimun (Cucumis sativus L) Sebagai Biolarvasida Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti L,†vol. 11, 2014.

. I. Ramayanti, K. Layal, and P. U. Pratiwi, “Effectiveness Test of Basil Leaf (Ocimum basilicum) Extract As Bioinsecticide In Mosquito Coil to Mosquito Aedes aegypti Death,†J. Agromedicine Med. Sci., vol. 3, no. 2, pp. 6–10, 2017.

Published
2019-02-19
How to Cite
[1]
MoniharaponD., UkrataloA., and WisnandaB., “AKTIVITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KEDONDONG (Spondias pinnata) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti”, RPBJ, vol. 1, no. 1, pp. 012 - 017, Feb. 2019.
Section
Articles